Mayat Ditutupi Jerami Ternyata Instruktur Senam
Korban diketahui bernama Lindayanti (26), warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah.
TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Polisi berhasil mengetahui identitas korban pembunuhan dan pembakaran di Kelurahan Bugangin, Kecamatan Kendal pada 14 April lalu. Korban diketahui bernama Lindayanti (26), warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, Jawa Tengah.
Korban selama ini dikenal sebagai instruktur senam aerobik. Polisi masih mengejar pelaku pembunuhan disertai pembakaran yang menghebohkan warga.
"Korban sudah kami ketahui identitasnya, kami masih mengejar pelakunya," ujar Kasubbag Humas Polres Kendal AKP Suratno, Minggu siang (15/4/2012).
Menurut Suratno, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan itu. Dia berharap polisi bisa segera menangkap pelaku pembunuhan disertai pembakaran.
Seperti telah diberitakan Kompas.com, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan oleh warga di persawahan Bugangin, Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2012) pagi. Saat ditemukan mayat dalam keadaan terbenam di dalam lumpur dan ditutupi jerami. Diduga korban sebelumnya dibunuh dan mayatnya dibuang di persawahan, kemudian ditutupi jerami dan dibakar.
Mayat wanita itu ditemukan warga yang hendak pergi ke sawah. Warga itu melihat bagian tubuh manusia dari tumpukan jerami, kemudian melaporkan ke polisi. Saat petugas datang dan membuka tumpukan jerami, mayat wanita yang diperkirakan berusia 26 tahun dengan mengenakan jaket dan celana panjang ini sudah mulai membusuk.
Menurut salah satu warga Bugangin, Iwan Romdhon, dirinya tidak mengenal mayat yang diduga bukan warga sekitar itu.
"Kami tidak mengenal mayat itu. Kemungkinan bukan orang sini," kata Iwan Romdhon.
Korban saat ditemukan, mengenakan celana panjang hitam, jaket dan jam tangan. Di sekitar lokasi penemuan, polisi menemukan helm berwarna biru dengan motif bunga. Korban berperawakan gemuk, dengan rambut sebahu dan tinggi sekitar 160 centimeter. Guna penyidikan lebih lanjut, mayat wanita tanpa identitas dibawa ke RS Soewondo Kendal untuk diotopsi.