Jl Padat Karya Samarinda Telah Memakan Banyak Nyawa
Ratusan Warga Samarinda melakukan aksi demonstrasi di kantpr Pemkot Samarinda
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Ratusan Warga Samarinda melakukan aksi demonstrasi di kantpr Pemkot Samarinda, Senin (23/4/2012) menuntut perbaikan di Jl Padat Karya, Samarinda. Pasalnya, sejak jalanan tersebut rusak dalam beberapa bulan ini telah terjadi banyak kecelakaan dan memakan korban manusia.
"Kita menuntut adanya perbaikan jalan padat Karya. Sudah sekian tahun kami sangat menderita. Berapa kali kami mengusulkan, tapi tak pernah ada tanggapan positif dari pemkot. Aksi kami ini merupakan bentuk solidaritas yang murni dari hati warga Sempaja. Ini adalah jalan akses utama dari 4 desa untuk keluar, tidak ada jalan lain. Saat ini kami baru dijanjikan, rencana. Kalau rencana bisa saja tidak terjadi," kata Johansyah.
Aksi tersebut akhirnya mendapatkan hasil. Wakil Walikota Samarinda, Nusyirwan Ismail beserta rombongan mendatangi warga di Jl Padat Karya. "Intinya jalan ini adalah jalan kota. Kemudian sekarang kita akan perbaiki sesuai dengan kemampuan pendanaan dan ada UPTD kita yang bisa memperbaiki, menambal sebagian kerusakan-kerusakan. Nanti, sebagian diperbaiki dan sebagian akan ditinggikan," kata Wawali.
Idealnya lanjut Wawali, jalan tersebut harus diperbaki dengan perencanaan yang baik dan saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kota Samarinda sudah merencanakan untuk memasukkan perbaikan di APBD-Perubahan. Untuk perbaikan permanen menurut Wawali akan dianggarkan sebasar Rp 15 miliar di APBD murni tahun 2013. Terkait rusaknya jalan akibat aktifitas angkutan batu bara (hauling) tambang, menurut Wawali akan di cari korelasinya.
Selama ini, memang diakui bahwa perbaikan hanya tambal-menambal saja. Dinas Bina Marga diminta menacri tahu apakah ada korelasi dengan aktifitas tambang, maka jika ada, akan diarahkan untuk meminta dana perbaikan dari perusahaan tambang yang beroperasi di lokasi tersebut dan bukan dana Corporate Social Responsibility (CSR)
"Kalau memang ada korelasi, maka kita minta perusahaan tambang ikut memperbaiki jalan. Bukan CSR tapi masuk biaya produksi tambang.CSR tambang bukan untuk jalan. Kalau ternyata jalan rusak karena dipakai hauling, maka cost production dia sebagian harus untuk memperbaiki jalan, karena itu jalan publik. Kalau CSR, berkurang dong untuk sekolah, untuk kesehatan, bukan itu tempat CSR, itu tanggung jawab langsung," kata Wawali.
Sementara itu Nawawi, Kabid Bina Marga Pemkot Samarinda mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan yang sudah disetujui pemkot dan warga bahwa penanganan jalan rusak akan diperbaiki dan saat inin sedang dalam proses perbaikan.
"Kita minta anggaran APBD-Perubahan 2012 sebesar Rp 1 miliar. Sebenarnya sudah tidak ada masalah. Kalau untuk perbaikan, disini kita alokasikan Rp 400 juta, memang ada Rp 10 miliar, tapi itu dibagi untuk seluruh jalan di Samarinda," kata Nawawi.
Akhirnya. setelah mendapatkan penjelasan Wawali, wargapun bersedia membuka blokade jalan. Setelah itu, Wawali dan rombongan meninjau lokasi-lokasi jalan rusak yang dimaksud masyarakat dan aktifitas jalan kembali normal sekitar pukul 15.00 WITA.