PPAD tak Dukung Calon Gubernur Manapun

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat sebagai wadah pensiunan TNI AD terbuka bagi siapapun. Namun, PPAD tak akan menjadi pengeras suara bagi anggotanya yang maju dalam pencalonan gubernur Jakarta. Termasuk kepada calon gubernur, Hendardji Soepandji.
Demikian ditegaskan Ketua PPAD Letjen (Purn) Soerjadi usai menerima Hendardji dan wakilnya Ahmad Riza Patria ke kantor PPAD di Jalan Matraman Raya No 114 Jakarta Pusat, Senin (23/4/2012). Turut hadir dalam pertemuan itu, tim sukses Hendardji dan anggota PPAD.
"PPAD tidak pernah dukung mendukung. Karena PPAD bukan partai politik. PPAD bukan organisasi masyarakat di bawah underbow-nya partai tertentu dan PPAD tidak berambisi pada kekuasaan," ujar Soerjadi dengan lantang kepada wartawan.
Terkait kedatangan Hendardji, Soerjadi melihatnya sebagai silaturahmi biasa antara seorang anggota PPAD dengan korpsnya. Sebagai organisasi, PPAD jelas terbuka mendengarkan anggotanya yang ingin mencalonkan sebagai cagub jalur independen.
"Saya sebagai orangtua, kita tentu mau mendengar dan memberi wewenang jangan begini dan begitu. Jadi sebatas itu saja. Dan kita tidak pernah memprovoke anggota PPAD untuk memilih calon tertentu," terang jenderal bintang dua itu.
Konsep gubernur ideal versi PPAD, lanjut Soerjadi, adalah pemimpin yang punya komitmen untuk apa sebuah pemerintahan itu ada. Ketika seorang maju sebagai calon gubernur, tanpa komitmen apa-apa, pencalonannya harus dipertanyakan.
Soerjadi meminta media juga harus ikut bergerilya mengorek semua latarbelakang, jejak rekam calon gubernur. Dengan demikian, rakyat akan tercerahkan dan terbuka pikirannya untuk memilih siapa calon pemimpin mereka untuk Jakarta lima tahun ke depan. Sehingga tidak menyesal kemudian.
"Saya kira tidak ada kaitannya seorang pemimpin harus dari militer atau tidak. Yang mampu itu yang cocok. Sipil dan militer bagi saya sama. Tidak ada dominasi sipil dan militer," tandasnya

