LGN Minta Pemerintah Kontrol Peredaran Ganja
Dira menjelaskan, akibat diharamkannya ganja di Indonesia, peredarannya dikuasai mafia. Sehingga, lanjut Dira, distribusi ganja tidak terkontrol.
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Eri Komar Sinaga
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - "Legalisasikan ganja!. Ganja bukan benda haram!"
Begitu lah teriakan orator dari mobil komando Lingkar Ganja Nusantara (LGN). Ratusan anggota LGN menuntut penggunaan ganja secara resmi, dengan melakukan Global Marijuana March, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).
Global Marijuana March merupakan aksi serentak di seluruh dunia dengan turun ke jalan, untuk menuntut legalisasi ganja. Aksi ini digelar rutin setiap Sabtu pertama bulan Mei.
"Ini adalah aksi solidaritas kami. Siapapun orangnya, apapun tantangannya, karena ini adalah kebenaran," ujar Dira Narayana, koordinator LGN.
Dira menjelaskan, akibat diharamkannya ganja di Indonesia, peredarannya dikuasai mafia. Sehingga, lanjut Dira, distribusi ganja tidak terkontrol.
"Mereka bisa jual kapan dan dimana saja. Makanya kami dorong agar dikontrol oleh pemerintah," sarannya.
Karena dikuasi mafia, lanjut pria bepostur tinggi, harga ganja melonjak dan tidak terkontrol
"Misalnya, 1 kilogram ganja dijual Rp 300 ribu di Aceh. Di Jakarta dijual Rp 3 juta. Ke mana untungnya itu? Enggak ada yang tau karena pasar gelap," tuturnya. (*)
Berita Terkini Metropolitan