Tribun Jakarta

Gerindra Nilai KPU DKI Tak Transparan

Jumat, 11 Mei 2012 15:38 WIB
Gerindra Nilai KPU DKI Tak Transparan
Tribun Jakarta/Eri Komar Sinaga
Gedung KPU DKI Jakarta di Jl Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra yang mengusung pasangan Jokowi-Ahok menilai KPU DKI tidak transparan menjelaskan alasan-alasan suatu pasangan lolos menjadi Cagub-Cawagub DKI.

Gerindra mengambil contoh dukungan Partai Damai Sejahtera (PDS) ke pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang dianggap tidak sah.

"KPU DKI harusnya jelaskan secara rinci, kenapa calon ini bisa lolos, dan sebagainya. Contohnya, dukungan PDS kan ada yang ke Alex-Nono dan Fauzi Bowo-Nachrowi. Harusnya dijelaskan kenapa dukungan ke Fauzi Bowo-Nachrowi gugur," ujar Taufik, Jumat (11/5/2012) di kantor KPU DKI.

Menurutnya alasan KPU DKI yang tak menjelaskan hal tersebut karena keterbatasan waktu tak masuk akal. Taufik menuturkan hal tersebut diatur dalam peraturan perundangan, dimana KPU harus menjelaskan secara rinci.

"Bagaimana verifikasi terhadap calon independen juga seharusnya dijelaskan secara rinci. Jangan-jangan besok ada yang menggugat KPU," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI Jamaluddin F Hasyim, menerangkan dukungan PDS untuk pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dinyatakan tidak sah karena tidak mempunyai legalitas.

"Dari DPP PDS, menyatakan dukungan yang sah adalah ke pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Kami melihat dari legalitasnya," imbuhnya.

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
Komentar

© 2013 TRIBUNnews.com All Right Reserved l About Us l Privacy Policy l Help l Terms of Use l Redaksi l Info iklan l Contact Us l Lowongan
Atas