Pesawat Sukhoi Jatuh
Femi Tak Kesampaian Bersepeda Keliling Kampung
Femi Adi Soempeno (32), wartawan Bloomberg menjadi salah satu dari 45 penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya
TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Femi Adi Soempeno (32), wartawan Bloomberg menjadi salah satu dari 45 penumpang dan kru pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor.
Femi hampir dua tahun bekerja di Bloomberg. Sebelumnya, ia sempat bergabung di Tabloid Bisnis dan Investasi Kontan (Kelompok Kompas Gramedia) di Jakarta sejak 2004 hingga 2009. Terakhir, Femi menduduki jabatan sebagai junior editor. Selama kurun waktu tersebut, Femi kerap pulang ke Yogyakarta, minimal sebulan sekali.
Ketika mudik, ia pun menyempatkan bersua dengan teman-teman lamanya. Maka tak heran, perasaan bela sungkawa sangat mendalam dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya, salah satunya adalah AA Kunto, penulis yang seringkali bekerja sama dengan Femi saat membuat buku.
"Femi tidak kesampaian bersepeda keliling perkampungan di tanah kelahirannya, Yogyakarta. Padahal, kepada saya sebulan lalu, ia sangat ingin melakukan kegiatan tersebut. Saya diminta menemaninya," ungkap Kunto.
Paman Femi bernama Joko mengatakan, Femi sudah memesan baju batik 1 lusin atau 12 buah. Baju batik berkerah memang hampir dikenakan Femi setiap hari saat bertugas. Sebab, Femi kerap ditugaskan untuk meliput di Istana Negara, Jakarta.
"Saya tidak menganggapnya (memesan pakaian batik lebih banyak dari biasanya) sebagai firasat terkait musibah ini. Hanya, rasanya kok aneh. Biasanya, Femi memesan pakaian batik 10 potong," jelas Joko.
Dituturkan Joko, Femi berencana mudik ke Yogyakarta dua minggu lagi. Kebetulan, momen tersebut berbarengan dengan cuti bersama. Selain akan menjajal baju batik pesanannya, Femi juga berniat menengok rumahnya di Bumijo Tengah, Jetis I, RT 31/RW 07, 1326, Yogyakarta, yang kali terakhir disambangi pada Desember 2011 lalu.
"Femi berkata kepada saya akan pulang saat cuti bersama dua minggu mendatang. Namun, malah ada musibah seperti ini (pesawat Sukhoi SJ-100 jatuh, Red). Saat ini, keluarga juga belum memutuskan, ke mana nantinya jenazah Femi akan dibawa," aku Joko.
Berita terkait: