Pesawat Sukhoi Jatuh
Wartawan Sering Merapat ke Kandang Sapi
Sinyal telepon genggam di kawasan di kaki Gunung Salak itu terbilang sulit didapat. Posisinya sekitar 1.200 meter dari permukaan laut.
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR -- Di tengah hiruk pikuk evakuasi korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ada keunikan di Posko Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sejak hari pertama, wartawan, sukarelawan, maupun petugas sibuk mendekat ke kandang sapi.
Posko yang digunakan sebagai basecamp sukarelawan, TNI dan Polri, serta awak media, berada di Balai Embrio Ternak Cipelang. Kebetulan sinyal telepon genggam di kawasan di kaki Gunung Salak itu terbilang sulit didapat. Posisinya sekitar 1.200 meter dari permukaan laut.
"Kalau geser sedikit sudah hilang sinyalnya," tutur Laily, wartawati dari Kantor Berita Antara yang berjemur di samping kandang sapi sambil melihat Blackberry miliknya, Sabtu (12/5/2012).
Seorang wartawan televisi mendekat sambil menempelkan telepon genggamnya ke telepon genggam Laily. "Mudah-mudahan bisa dapat sinyal juga," tuturnya.
Demi menghubungi keluarga, kantor, kerabat, atau mengirim materi berita, mereka rela bermenit-menit atau berjam-jam bertahan di sisi kandang sambil menghirup "aroma" segar dari dalam kandang sapi. Pasalnya, bergeser sekitar 10 meter saja dari kawasan itu, sinyal telepon genggam atau modem kembali hilang.
Tak ada yang tahu mengapa di dekat kandang itu justru jadi titik terkuat sinyal. "Ya paling tidak, jadi bisa menghirup aroma alami. Ha-ha-ha," tutur seorang pewarta foto.