RSHS Siap Hadapi Gugatan David Peterpan
Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung siap menghadapi tuntutan yang akan dilayangkan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dedy Herdiana
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung siap menghadapi tuntutan yang akan dilayangkan pihak David Kurnia Albert (30) pasien yang diduga sebagai korban malpraktek, kepada aparat hukum. Hal itu dikatakan Benny Wulur, Kuasa Hukum RSHS saat dimintai tanggapannya terkait langkah terbaru pihak David yang akan menuntut RSHS dengan tuntutan materi sebesar Rp 5 miliar dan segera melaporkannya kepada aparat hukum.
"Jika pihak pasien sudah tidak memiliki niat lagi untuk melakukan dengan cara musyawarah, kami siap menghadapi tuntutan itu. Kami siap menempuh langkah-langkah prosedural hukum yang berlaku. Karena berdasarkan audit medis dan etika yang dilakukan rumah sakit terhadap dokternya menunjukan soal itu (kondisi yang dialami David) merupakan risiko medis, bukan malpraktek," kata Benny saat dihubungi Tribun, Minggu (13/5/2012) sore.
Benny juga kembali menegaskan, tahapan-tahapan prosedural penanganan medis sudah dilakukan secara benar oleh dokternnya. Bahkan RSHS, selain memiliki bukti-bukti yang menguatkan tidak adanya malpraktek, juga memiliki saksi ahli yang bisa menunjukkan kondisi yang dialami David benar-benar risiko medis.
Sementara Ketua Komisi Etik Hukum RSHS Udin Sabarudin menyerahkan semua pendapatnya tentang adanya tuntutan dari pihak David tersebut kepada kuasa hukum RSHS. Dia hanya menambahkan, sampai sekarang pun dokter yang menangani operasi pasien David masih diminta untuk tidak melakukan operasi serupa, yakni operasi laparoskopi.
Permintaan untuk tidak melakukan operasi laparoskopi itu pun, ditegaskan Udin bukanlah suatu sanksi atas kelalaian, tapi hanya khawatir konsentrasinya terganggu selama permasalahan dengan pasien David belum selesai. Karena operasi laparoskopi itu penyayatannya tidak dibuat besar dan menggunakan alat bantu kamera, monitor dan instrumen-instrumen khusus yang membutuhkan konsentrasi penuh.