Benenain Meluap 10 Desa Terendam
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Belu sejak pekan lalu, menyebabkan Sungai Benenain meluap
Laporan Wartawan Pos Kupang, Fredy Hayong
TRIBUNNEWS.COM, ATAMBUA--Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah selatan Kabupaten Belu sejak pekan lalu, menyebabkan Sungai Benenain meluap dan merendam rumah warga di 10 desa di Belu selatan. Selain rumah, tanaman pertanian di wilayah itu disapu bersih oleh banjir.
Kerusakan tanaman paling banyak terjadi, Jumat (11/5/2012) hingga Sabtu (12/5/2012), akibat luapan banjir setinggi 1,5 meter. Bahkan, sebagian penduduk desa sepenjang daerah aliran sungai itu terjebak di rumah masing-masing sehingga aktivitasnya lumpuh total.
Kepala Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Anderias Nahak Seran, S.H, ketika dikonfirmasi Pos Kupang, Selasa (15/5/2012) membenarkan adanya banjir Benenain yang menghantam wilayah Malaka Barat.
Menurut Seran, luapan banjir Sungai Benenain itu meresahkan warga setempat. Ribuan rumah warga digenangi air dan tanaman pertanian rusak total.
"Saya hanya bisa imbau kepada warga agar tinggal di rumahnya dan menjaga diri serta harta bendanya agar tidak terbawa air," kata Seran.
Ketua Komite SMAN I Malaka Tengah ini mengungkapkan, tanda-tanda akan datangnya banjir sudah diketahui warga sebelumnya. Karena tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah Malaka Barat dan juga sesuai informasi yang diperoleh di media massa.
Menurut dia, apabila selama 3 hari hujan turun tanpa berhenti maka pasti terjadi banjir. Apalagi letak wilayah Malaka Barat berada di dataran rendah sehingga mudah dilanda banjir.
Warga Desa Umatoos, Sebastianus Seran dan Charollus Klau, mengakui kalau sepanjang malam sejak Jumat (11/5/2012), seluruh warga tidak bisa tidur dan hanya berdiam di dalam rumah masing-masing. "Kami hanya bisa melihat air dengan ketinggian awal sekitar 30 cm, kemudian bertambah menjadi 1 meter hingga 1,5 meter. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali memperhatikan harta benda yang ada di dalam rumah termasuk ternak ayam, sapi dan babi," kata Sebastianus.
Sedangkan lahan pertanian dan perkebunan warga, menurut dia, tidak bisa diperbaiki lagi dan hanya pasrah pada kondisi alam yang ada. "Lahan pertanian dan perkebunan warga disapu bersih banjir yang terjadi Jumat (11/5/2012) malam. Hasil-hasil pertanian dan perkebunan pun ludes dibawa banjir. Untuk sementara, kami pasti akan kekurangan bahan makanan terutama beras," ujar Sebastianus. *