Jokowi Tampik Pakai APBD Solo untuk Kampanye Cagub

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantah bila dirinya menggunakan dana APBD Solo untuk berkampanye. Joko Widodo yang masih menjabat sebagai wali kota Solo itu mengaku, bila ia pergi ke Jakarta hanya pada akhir pekan.
Joko Widodo menyatakan bahwa dia tidak menggunakan fasilitas Pemkot Solo dalam bersosialisasi menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
"Mobil dinas tidak pakai, pesawat pakai duit sendiri," kata Jokowi di Rumah Mooryati Soedibyo, Jakarta, Minggu (20/5/2012).
Joko Widodo yang berpasangan dengan Basuki Thajaja Purnama, atau akrab disapa Ahok, dalam Pilkada DKI 2012 itu mengatakan, pemakaian APBD oleh incumbent tidak dibenarkan.
"Ya, aturannya enggak boleh, enggak benar, entah untuk iklan terselubung," kata Jokowi.
Sebelumnya, tiga kepala daerah akan berkompetisi dalam Pilgub DKI Jakarta. Mereka menggunakan poster untuk melakukan sosialisasi.
Bila pembuatan poster-poster tersebut dibiayai dana APBD masing-masing, maka dapat dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang jabatan.
"Saya kira itu bagian dari politisasi resources sosial kemasyarakatan. Tapi apakah itu bentuk politisasi dari APBD apakah abuse of power? Semua sangat potensi. Yang jelas itu penyalahgunaan resources APBD," kata, Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center, Arif Nur Alam.
Arif mengatakan incumben yang dimaksud bukan hanya pejabat di daerah Pilkada berlangsung. Melainkan pejabat pemerintahan dari daerah lain yang juga ikut berlaga dalam kontestasi di daerah bersangkutan.
"Incumbent bukan hanya dari DKI saja, yang dari luar juga bisa dimaknai incumbent. Dari pejabat publik, baik dari DKI maupun di luar pmerintah daerah."
BACA JUGA:

