25 Persen Pendapatan Negara dari Sektor Migas
Presiden Indonesian Petroleum Association Elizabeth Proust menilai ladang minyak di daerah Indonesia sudah tua, sehingga produksi minyak semakin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Indonesian Petroleum Association Elizabeth Proust menilai ladang minyak di daerah Indonesia sudah tua, sehingga produksi minyak semakin berkurang tiap tahunnya. Agar lifting minyak bisa mencapai target yakni 930.000 barrel per hari (bph), Elizabeth menyarankan untuk penambahan teknologi dan eksplorasi ke lahan minyak yang baru.
Untuk bisa mendapatkan tehknologi yang canggih dan lahan minyak yang baru, Elizabeth menyarankan kepada Pemerintah untuk memberikan insentif kepada para pengusaha. Pasalnya Elizabeth memaparkan 25 persen pendapatan negara berasal dari sektor migas.
"Kontribusi migas sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain menyumbang 25 persen pendapatan negara dan investasi langsung hingga USD 16 miliar," ujar Elizabeth Proust yang juga Presiden Direktur Total E&P Indonesie di acara "The 36th IPA Convention and Exhibiton", Rabu (23/5/2012).
Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus bisa mendorong pengusaha migas untuk menemukan cadangan migas baru.
"Industri membutuhkan dukungan dari pemerintah berupa insentif untuk mengembangkan lapangan yang telah ditemukan," ungkap Elizabeth.
Baca juga:
- Saham Melemah 1,37 Persen
- IHSG Bergerak Variasi
- XL Luncurkan Musikkamu
- AirAsia Hentikan Penerbangan Kuala Lumpur - Solo