Pemilihan Gubernur DKI
Prijanto: Perbedaan Data DPS Hal yang Wajar
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menganggap perbedaan data pemilih terdaftar,
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto menganggap perbedaan data pemilih terdaftar, dengan e-KTP Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I), adalah sebuah kewajaran.
Saat ditemui di acara Reuni Pejuang, di Club Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/5/2012), ia mengatakan proses pendaftaran E-KTP masih terus berlangsung, dan belum selesai.
"Di beberapa kelurahan juga masih ada yang terus mendaftar, jadi wajar saja jumlahnya berbeda" ujar Prijanto.
Sebelumnya diberitakan, P3I menemukan adanya 1,4 Juta data Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang fiktif yang didapat dari perbedaan jumlah DPS yang ditetapkan KPUD DKI Jakarta sebesar 7.044.9991 pemilih dengan data yang dikeluarkan oleh Kemendagri berdasarkan hasil e-KTP sebesar 5.644.991 pemilih.
Pihak P3I telah menginvestigasi sembilan kelurahan yang ada di Jakarta Barat. Yaitu Kelurahan Tanjung Duren Utara, Wijaya Kusuma, Krukut, Tangi, Duri Utara, Duri Kepah, Kebon Jeruk, dan Kapuk. Dari hasil investigasi ditemukan 104,170 pemilih fiktif dari rata-rata penduduk 523,083 warga di kesembilan kelurahan.
Mendapat kecaman dari berbagai pihak, KPUD DKI Jakarta meminta P3I memberikan data tersebut untuk dibahas, namun, sejak berita adanya DPS fiktif itu muncul sampai kemarin, P3I tidak menyerahkan data tersebut. Akhirnya, hari ini P3I resmi menyerahkan data tersebut ke Panwaslu.
Namun menurut Prijanto, hal itu bukan berarti harus didiamkan, Panwaslu dan KPUD harus terus mendalami data DPS, apakah ada kecurangan atau hanya permasalahan teknis.
- Didik Rachbini: Sulit Berantas Narkoba di Kampung…
- Jokowi: Ada 'Uang Pelicin' Penyebab Investor Kabur
- Jokowi: Cari Gubernur DKI Tak Perlu yang Ahli
- Testimoni di Website, Jokowi Segera Telepon Abraham-Najwa
- Didik Rachbini Kirim Peneliti Selidiki DPS Fiktif
- Jokowi: Kalau Urusan Makan, Saya Tak Cocok Sama Ahok