Posisi Wakil Menteri
Angkat Wamen, Siapa Pembisik SBY?
Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI Saleh Husin menilai sepertinya orang-orang di sekitar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak terlalu cermat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Fraksi Hanura DPR RI Saleh Husin menilai sepertinya orang-orang di sekitar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terlalu cermat memberikan masukan kepada Presiden dari sisi ketatanegaraan mengenai pengangkatan wakil menteri (Wamen).
"Sangat disayangkan ketika pengangkatan para Wamen waktu itu orang-orang di sekitar SBY tidak terlalu cermat memberikan masukan kepada beliau dari sisi ketatanegaraan," kata Saleh ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (6/6/2012).
Namun siapa orang-orang di sekitar SBY dimaksud Saleh tidak menjelaskan. Dalam catatan Tribunnews.com, salah satu pakar hukum tata negara yang ada di sekitar SBY adalah Denny Indrayana. Sebelum diangkat Wamen Hukum dan HAM, Denny adalah staf khusus Presiden bidang Hukum.
Lebih jauh Saleh mengatakan semua pihak harus harus menghormati putusan MK tentang Wamen. "Untuk itu tentu Presiden segera memperbaharui SK (surat keputusan presiden) pengangkatan para Wamen yang saat ini juga sudah merupakan anggota kabinet," ujar Saleh.
Kemarin, Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materiil UU Nomor 39/2008 tentang Kementerian Negara memutuskan jabatan wakil menteri konstitusional.
Namun ada kekacauan pada penjelasan Pasal 10 UU Kementerian Negara pada tahap implementasinya sehingga meninbulkan ketidakpastian hukum. Karena itu Presiden harus segera memperbaiki Keppres mengenai pengangkatan wakil menteri. (Aco)