Kamis, 21 Mei 2026

Euro 2012

Mesut Oezil Kinclong Dipoles Jose Mourinho

Mesut Oezil kemudian tampil memesona dan membawa Jerman ke semifinal.

Tayang:
Penulis: Deodatus Pradipto
Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, BERLIN - Tampil sebagai sosok yang kurang dikenal sebelum Piala Dunia 2010 bergulir, Mesut Oezil kemudian tampil memesona dan membawa Jerman ke semifinal. Kegagalan menyakitkan di babak semifinal dari Spanyol menyisakan dendam di benak Mesut Oezil.

Seusai Piala Dunia, Oezil pun menjadi komoditi panas di bursa transfer. Kemampuan Oezil menghubungkan lini tengah dan lini depan di usia 21 tahun mengundang minat klub-klub besar Eropa. Raksasa Spanyol, Real Madrid beruntung bisa mendapatkan tanda tangan pemain yang dijuluki Nemo karena wajahnya mirip karakater Nemo dalam kartun Finding Nemo.

Bermain di bawah polesan Jose Mourinho, potensi gelandang andalan tim Jerman itu semakin terasah. Oezil pun menjadi pemain kunci dalam skema permainan The Special One. Muslim yang rajin membaca Al-Quran itu menjadi sentral permainan Real Madrid. Torehan 24 asis yang dicetak Oezil di musim perdana pun membuat pemain sekaliber Kaka tersingkir dari skema Mourinho.

Performa yang memuaskan bagi seorang pemain muda bersama klub sebesar Real Madrid. Tidak heran jika publik menjulukinya sebagai der Rabe atau El Cuervo (Spanyol) untuk merujuk pada gaya bermainnya yang cerdas dan oportunis.

Memasuki musim kedua, Oezil kembali menjadi pilihan utama Mourinho. Alih-alih Jose Mourinho memberikan kostum nomor 10 kepada Kaka, Mourinho malah memberikannya kepada pemain kelahiran Gelsenkirchen itu. Oezil pun menjadi kreator Real Madrid yang dominan.

Baca juga:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved