Jumat, 12 Juni 2026

Panitia Overacting, Media Boikot PPI Jawa Tengah

Panitia dianggap overacting, sejumlah media dari Jakarta meninggalkan arena Pemilihan Puteri Indonesia Jateng di Semarang.

Tayang:
Penulis: ricas74

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iman Suryanto

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Proses seleksi Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) untuk calon perwakilan Jawa Tengah yang digelar di Ballroom Hotel Horison, Semarang, Minggu (17/6/2012) malam, diwarnai keributan.

Keributan terjadi antara panitia lokal dan pihak Event Organizer (EO) yang diketahui bernama AMPUH dengan beberapa media yang ingin meliput acara tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribunnews menyebutkan, panitia lokal terlalu membatasi awak media untuk meliput acara PPI tersebut dengan alasan d iarea acara sudah ada 30 orang yang meliput, dan tak boleh lebih. Barangkali ini bisa dimengerti karena keterbatasan kapasitas tempat.

Tapi yang membuat masalah adalah media-media yang membawa tanda pengenal khusus peliput PPI pun kena larangan liputan.

Salah satu wartawan dari sebuah tabloid hiburan terbitan Jakarta sampai beradu mulut dengan panita.
Kerena sikap panitia yang tidak bersabahat tersebut akhirnya berbagai media nasional dari Jakarta, seperti Media Indonesia, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Tabloid Nyata, Jawa Tengah Times dan beberapa media daerah lainnya meninggalkan lokasi karena kecewa dengan perlakuan EO tersebut.

Mereka ramai-ramai hengkang dari Semarang dan balik ke Jakarta. Seorang awak media kepada Tribunnews membantah keterbatasan tempat karena acara tersebut digelar di gedung megah dengan ukuran besar. "Itu acara besar dan tempatnya besar kok kita dibatasi? Makanya kita balik semua," terang salah satu awak media yang menghubungi Tribunnews.

Ayi, Humas Yayasan Puteri Indonesia yang mencoba menenangkan awak media dari Jakarta ikut meyayangkan pihak EO ampuh yang kurang fleksibel terhadap media.

"Kita sudah menjelaskan kepada EO-nya bahwa mereka (pers dari Jakarta) sengaja kita bawa untuk meliput. Namun mereka menolak media tersebut, bahkan sempat adu mulut, makanya kita tenangkan. Dan akhirnya mereka memilih memboikot acara tersebut, " terang Ayi, menyesalkan.

Ayi juga mengatakan kedepan pihaknya sangat berharap agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi di daerah-daerah penyelenggaraan PPI di kota lain.

Baca berita terkini lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved