Tribunners / Citizen Journalism
Pemilihan Gubernur DKI
Sowan ke Wagub Prijanto, Faisal Basri “Belajar” Birokrasi
Dalam rangkaian kampanye hari ketiga, Cagub Independen Faisal Basri sowan ke kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta
TRIBUNNEWS.COM – Dalam rangkaian kampanye hari ketiga, Cagub Independen Faisal Basri sowan ke kantor Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di Balai Kota, Jakarta Pusat.
Pasangan nomor urut 5 itu ingin belajar dan mendengarkan pendapat dari Prijanto tentang birokrasi di Pemerintah DKI Jakarta.
Menurut Faisal, birokrasi adalah struktur organisasi yang sifatnya hirarkis. Ia bekerja untuk melayani atau menjalankan program-program kerja Pemerintah Daerah.
“Birokrasi juga ujung tombak pelayanan publik baik dari tingkat pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan. Oleh sebab itu, birokrasi adalah cerminan bagaimana mereka melayani warga kotanya. Bila warga tidak puas dengan pelayanan yang diterima, itu adalah cerminan dari wajah birokasi di DKI,” tegas Faisal di Balai Kota, Rabu (27/6).
Menurut Faisal, banyak faktor yang memengaruhi kepuasan masyarakat atas kerja birokrasi. Faktor-faktor tersebut di antaranya remunerasi pegawai, sistem kerja, evaluasi kinerja, dan termasuk pemimpin yang paling tinggi.
Dilihat dari sisi Tunjangan Kerja Pegawai Daerah, Jakarta sudah mencatatkan angka yang paling tinggi di seluruh Indonesia. Bisa dikatakan bahwa pekerja di DKI sudah lebih dari berkecukupan. Meski demikian, masyarakat masih kurang puas dengan pelayanan publik birokrasi pemerintah daerah.
“Salah satu faktor yang memengaruhi adalah unsur pimpinan. Dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur adalah kepala tertinggi di dalam birokrasi. Mereka harus menjadi suri tauladan bagi bawahannya. Bagi saya, indikator baik buruknya pemimpin sangat sederhana. Bila tindakan si pimpinan mampu menginspirasi staf di bawahnya untuk melakukan hal yang terbaik dari yang diperintahkannya, itu adalah bukti bahwa pimpinan sudah berhasil memimpin,” lanjut sosok yang gencar mengampanyekan gerakan antikorupsi ini.
Jika menjadi gubernur nanti, Faisal akan membuat rapor untuk mengukur kinerja para pegawai. Ia ingin birokrasi Pemerintah DKI menjadi tempat para pegawai yang cerdas, jujur dan memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik, dapat mencapai jenjang karir tinggi, dan cepat memberikan pelayanan.
Menurut dia, rapor itu bukan untuk menghukum, sebaliknya justru untuk memberikan inisatif dan keterbukaan agar pegawai-pegawai yang terbaik dapat memperoleh imbalannya.
Untuk Eselon 3 ke atas, ia akan meminta laporan harta kekayaaan dan pajak yang dibayarkan kepada negara. Ia akan mempelajari aspek hukum dari komitmen ini agar tidak melanggar undang-undang yang ada.
Faisal tidak menampik persoalaan yang ada di dalam pemerintahan DKI. Ia berpendapat bahwa Jakarta mungkin satu-satunya pemerintah provinsi yang memamerkan kepada publik konflik yang terjadi di antara pemimpinnya.
Melalui dialog dengan Prijanto, Faisal ingin menggali permasalahan yang ada dan dengan demikian dapat menarik pelajaran sehingga tidak terulang bila pasangan ini lolos pada putaran pertama Pemilukada 11 Juli 2012. (***)
TIM PEMENANGAN PASANGAN INDEPENDEN FAISAL-BIEM
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.