BPS: Orang Miskin Semakin Berkurang
Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim bahwa pertumbuhan orang susah alias miskin di Indonesia semakin berkurang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim bahwa pertumbuhan orang susah alias miskin di Indonesia semakin berkurang.
Dalam lansiran inflasi di Gedung BPS, (2/7/2012), BPS mengumumkan bahwa jumlah penduduk miskin berkurang 0,89 juta orang (0,53 persen) dibandingkan per maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang.
"Sekarang mencapai 29,13 juta orang atau menurun dari tahun lalu yang sebesar 30,02 juta orang," ujar Kepala BPS RI, Suryamin di Jakarta.
Ia mengatakan bahwa yang menyebabkan penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin adalah naiknya upah buruh tani, bangunan dan peningkatan penerima beras raskin.
"Upah buruh tani dan bangunan meningkat menjadi 2,96 dan 4,81 persen untuk perbandingan maret 2011 dan 2012, Selain itu, penerima beras murah untuk kelompok 20 persen penduduk dengan pendapatan terendah meningkat sebanyak 4 persen menjadi 17,2 persen di kota dan menjadi 17,2 persen untuk di pedesaan," jelasnya.
Suryamin juga menjelaskan bahwa menurunnya persentase penduduk yang melarat juga berimplikasi terhadap menurunnya persentase penduduk miskin di daerah perkotaan.
"Yang tadinya pada Maret 2011 sebesar 9,23 persen menurun menjadi 8,78 persen pada maret 2012," katanya.
Begitupun dengan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan yang melorot dari 15,72 persen di 2011 ke 15,12 persen di 2012.
Menurunnya kemiskinan juga nampak melalui indeks kedalaman kemiskinan yang terus melorot ke angka 2,08 ke angka 1,88 untuk perbandingan maret 2011 dan Maret 2012. Indeks kedalaman kemiskinan juga menurun dari 0,55 ke 0,47 untuk perbandingan Januari - Maret 2011 hingga Januari-Maret 2012.
Ia mengatakan bahwa penurunan ini sudah menggunakan acuan kemiskinan yang baru dengan pendapatan sebesar Rp 248,707 per bulan untuk kategori miskin. Untuk tahun lalu BPS menggunakan acuan indikator garis miskin sebanyak Rp 233,740 per bulan.