Rivaroxaban, Terobosan Terbaru Pasien Stroke
Rivaroxaban merupakan antikoagulan oral untuk pencegahan dan pengobatan gangguan tromboembolik vena dan arteri.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Agustina NR
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menurut Kementerian Kesehatan RI, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi untuk kategori penyakit tidak menular dan jumlahnya terus meningkat tajam.
Satu dari tiga pasien fibrilasi atrium atau bisa disebut FA (gangguan irama jantung) mengalami serangan stroke, setidaknya sekali dalam hidupnya jika tidak diobati.
Dalam hal pengobatan, pasien FA masih banyak yang belum mendapatkan penanganan yang efektif dan optimal untuk mencegahnya. Selama ini, mereka mendapatkan terapi antikoagulasi generasi lama yang terbukti efektif mengurangi risiko stroke.
"Seringkali kepatuhan pengobatan jangka panjang menjadi kurang optimal, karena antikoagulasi tradisional butuh kontrol darah dan penyesuaian dosis terus menerus, pasien harus diet khusus, dan adanya kekhawatiran interaksi obat," ujar dr. Santoso Karo Karo, MPH, SpJP(K), FIHA, Kamis (5/6/2012) dalam siaran pers PT Bayer Indonesia.
Dalam penjelasan Santoso, pasien FA yang mengalami denyut jantung tidak teratur ini dapat mengalami gumpalan darah di dalam atrium jantung dan bergerak ke otak, menghalangi aliran darah, sehingga menimbulkan stroke, bahkan kematian.
Dalam kesempatan yang sama, PT Bayer Indonesia meluncurkan Rivaroxaban. Rivaroxaban merupakan antikoagulan oral dengan uji klinis fase 3 ekstensif dan telah disetujui untuk indikasi lain, seperti pencegahan dan pengobatan gangguan tromboembolik vena dan arteri.
"Disetujuinya Rivaroxaban oleh BPOM untuk pencegahan stroke terkait filbrasi atrium menawarkan perlindungan yang praktis bagi banyak pasien di Indonesia," kata Allen Doumit, Direktur PT Bayer Indonesia.
Obat ini efektif, aman, dan cukup satu kali minum dalam sehari, tanpa monitor terus menerus dari dokter, sehingga kepatuhan berobat dapat terjaga dan resiko stroke dapat dicegah secara maksimal.
Peluncuran Rivaroxaban secara serentak pada 7 Juli di Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, dan pada 8 Juli 2012 di Surabaya dalam acar ilmiah dengan 700 dokter. (Agustina N.R)
Baca artikel menarik lainnya
- Masih Muda Kok Kena Stroke? Inilah Pemicunya 12 menit lalu
- Orangtua Remehkan Anak, Termasuk Kategori Bullying 3 jam lalu
- Ini Peran Orangtua yang Bikin Anak Mengenal Bullying 3 jam lalu
- Begini Cara Dewi Perssik Hilangkan Selulit di Bokong Kamis, 5 Juli 2012
- Dewi Perssik Bisa Sulap Wajahnya Jadi Paris Hilton Kamis, 5 Juli 2012
- Mie Ayam Asun Langganan Artis