Kapal Selam KRI Cakra 401 Hilang di Pantai Pasir Putih
1 Tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), serta 2 Tim Kesehatan dari Lakesla dan RSAL Dr Ramelan Surabaya.
TRIBUNNEWS.COM,SITUBONDO - Kapal Selam KRI Cakra 401 Class 209 milik Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) hilang dan karam bersama puluhan personilnya, di sekitaran Pantai Pasir Putih, Situbondo, Sabtu (7/7/2012) pagi.
Kapal selam buatan Jerman yang dimiliki Indonesia sejak 1980 ini, mengalami kedaruratan sehingga tidak dapat timbul ke permukaan lagi.
Sebelumnya, awak kapal selam ini sempat memberikan kabar kepada kapal-kapal TNI AL di sekitaran lokasi karam. Mendapat kabar ini, kapal terdekat melakukan penyisiran di tempat terakhir kapal selam itu beroperasi. Setelah posisi kapal selam ditemukan, tim penyelamat (salvage) segera melakukan aksi penyelamatan.
Kronologis di atas merupakan serangkaian latihan SAR yang dilakukan oleh Koarmatim. Dalam latihan ini, selain kapal selam, Koarmatim juga melibatkan 3 kapal, 2 Tim Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair), 1 Ponton Lumba-Lumba, 1 Tim Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska), serta 2 Tim Kesehatan dari Lakesla dan RSAL Dr Ramelan Surabaya.
Juga dari unsur udara, latihan ini melibatkan Pesawat Cassa dan 1 Heli BO-105. Begitu tim penyelamat mengetahui keberadaan kapal selam, mereka langsung melakukan evakuasi terhadap bangkai dan material kapal selam yang tersisa. Serta tak lupa melakukan penyelamatan terhadap awak kapal selam.
Dalam latihan ini, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono SH M.Hum datang ke lokasi dan meninjau serangkaian latihan. Tak hanya itu, Agung Pramono juga terlibat dalam latihan dengan melakukan penyisiran di lapangan bersama anggotanya.
Latihan ini dilakukan untuk mencermati perkembangan situasi di laut maupun bawah laut. Karena di bawah laut sering muncul kerawanan-kerawanan navigasi maupun perubahan cuaca (kondisi meteo dan hidrooseanografi) yang mempengaruhi keselamatan kapal.
Kadispen Armatim, Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana, mengungkapkan, tujuan latihan ini guna mempertahankan dan meningkatkan kemampuan unsur operasional Koarmatim dalam melaksanakan tugas pencarian dan penyelamatan terhadap kapal selam yang mengalami kedaruratan.
"Materi dalam latihan adalah mengaplikasikan dan mengembangkan doktrin serta prosedur pencarian dan penyelamatan sesuai dengan buku petunjuk SAR Kapal Selam," katanya, ditemui di atas Ponton Lumba-Lumba, di sela-sela latihan, Sabtu (7/7/2012) pagi.