Taufik Kiemas Dukung Jokowi Setelah Berkaos Biru

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Hasanuddin Aco
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi senior PDIP, Taufik Kiemas kian menunjukkan dukungan pada calon Gubernur yang diusung PDIP-Partai Gerindra, Joko Widodo alias Jokowi. Tak hanya pernyataan positif pada Jokowi, suami Megawati (Ketua Umum PDIP), itu tak ragu pasang badan membela Jokowi.
Terakhir, Taufik membela cagub yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu soal isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Taufik Kiemas yang juga Ketua Dewan Pertimbangan PDIP menegaskan, Jokowi-Ahok tidak akan mempan diserang dengan isu SARA.
"Tidak mempan lagi isu SARA. Saya imbau tidak terjadi lagi. Itu sudah lampau," kata Kiemas di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Menurut Kiemas pemilih saat ini sudah rasional didukung kemajemukan yang ada di Indonesia. "Saya yakin itu benar adanya kebhinekaan. Jangan diperkeruh lagi suasananya itu tidak akan mempan. Orang enggak bisa dikembalikan ke SARA," kata Kiemas.
Hingga sesaat sebelum pencoblosan, sikap "berbeda" masih ditunjukkan Taufik. Ini tampak dari busana yang dikenakan saat bersama sang istri berangkat ke TPS 31 di Kebagusan, Jakarta Selatan. Megawati mengenakan kemeja kotak-kotak, sementara Taufik berkaus biru.
Namun sesaat usai pencoblosan dan mengetahui hasil hitung cepat pekan lalu, Taufik Kiemas menilai tingginya ekspektasi publik terhadap pasangan Jokowi-Ahok mencerminkan masyarakat DKI Jakarta sudah mengaplikasikan pemahaman empat pilar bernegara.
Empat pilar yang terus disosialisasikan MPR yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Kebhinekaan yang teraplikasikan dari sikap pemilih. Warga Jakarta, tidak lagi terjebak pada persoalan kedaerahan, suku, maupun agama dalam memilih calon.
"Saya selaku Ketua MPR bangga dengan kondisi ini. Warga melihat calon yang punya kualitas, harapan perbaikan. Keunggulan Jokowi-Ahok menggambarkan kerinduan masyarakat terhadap simbol empat pilar berbangsa karena pasangan Jokowi-Ahok mewakili unsur-unsur kemajemukan dalam masyarakat Indonesia," kata Taufik di Kediamannya, Jalan Kebagusan, Jakarta.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, di tengah proses pengajuan Jokowi-Ahok oleh PDIP, Taufik justru mengusulkan partai banteng gemuk itu mengusung Fauzi Bowo (Foke) sebagai cagub DKI 2012-2017.
Taufik menilai Foke yang kini menjabat Gubernur DKI adalah tokoh yang paling mampu mengatasi masalah Jakarta. Menurut Taufik, langkah cepat diperlukan sebelum Foke diusung partai lain. Saat itu Taufik masih pada pendiriannya agar PDIP berkoalisi mendukung inkumben Fauzi Bowo sebagai cagub.
"Harus (pilih Foke). Tinggal pilih wakilnya. Kalau enggak direbut, bisa lewat (Foke) di depan mata. Kalau aku jadi PDI-P harus direbut. Aku rasa PDI-P enggak bodoh-bodoh juga," kata Taufik di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin (12/3/2012).
Sikap berbeda Taufik itu sempat menuai kritik dari Ketua Departemen Komunikasi Politik DPD PDIP DKI, Marihot Napitupulu. Menurut Marihot, suami Megawati itu mendapat informasi yang salah mengenai Foke.
Taufik Kiemas bahkan sempat memprediksi Wali Kota Solo itu bakal enggan dicalonkan sebagai gubernur Jakarta dalam Pemilihan Gubernur DKI 2012. Ia berharap agar pria yang akrab disapa Jokowi itu tetap mengurus Kota Bengawan.
"Masak saban tahun ikut pemilihan. Nanti capek, kasihan dia. Nanti dulu lah, kan bisa jadi menteri, apakah Menristek apa Menteri Daerah Tertinggal," ujar Taufik kepada wartawan di Kompleks DPR Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2012).(*)
Jokowi dan Isu SARA di Tribun Jakarta

