30 Imigran Gelap Irak Terdampar Di Pulau Raas
30 imigran gelap lainnya yang diduga juga ikut tenggelam di perairan Guwa-Guwa kini masih dalam tahap pencarian.
TRIBUNNEWS.COM,SUMENEP - Sedikitnya 30 orang dari 60 imigran gelap asal Irak yang hendak mencari suaka politik ke Australia terdampar perairan Pulau Raas, tepatnya di Pulau Guwa-Guwa, Kecamatan Raas, Sumenep, Rabu malam (25/7/2012).
Kapal tanpa nama yang ditumpangi imigran gelap tersebut dikabarkan bertolak dari sebuah pelabuhan di Surabaya dan terombang-ambing diterjang ombak besar, hingga kapalnya tenggelam dan penumpangnya terdampar di perairan Pulau Guwa-Guwa Kecamatan Raas.
30 Imigran gelap yang berhasil selamat kini ditampung di rumah Kepala Desa Guwa-Guwa. Sedangkan 30 imigran gelap lainnya yang diduga juga ikut tenggelam di perairan Guwa-Guwa kini masih dalam tahap pencarian.
Upaya pencarian yang dilakukan oleh Badan Sar Nasional dengan menggunakan kapal Rescue Boad(RB) dengan nomor lambung 204 yang dipimpin Kapten Harpodo terpaksa ditunda karena ombak besar.
Kapolres Sumenep, AKBP Dirin kepada Surya menuturkan kabar kepastian bahwa 30 orang imigran gelap yang berhasil diselamatkan warga Desa Guwa-Guwa itu kini dalam kondisi sehat wal afiat.
Saat ini tinggal menunggu evakuasi dari tim Basarnas Surabaya dan dalam pengawasan petugas dari Polsek Raas dan anggota TNI dari Koramil Raas.
"Kami sudah minta anggota kami di pulau Raas berkoordinasi dengan aparat desa Pulau Guwa-Guwa," tandas Dirin, Kamis (26/7/2012).
Untuk melakukan evakuasi terhadap para imigran yang saat ini selamat ditolong warga, pihaknya masih melakukaan koordinasi dengan Ditpolair Polda Jatim dan anggota TNI AL.
"Karena kapal Basarnas tidak bisa menembus jalur ke pulau Guwa-Guwa, maka kami masih berkordinasi dengan Ditpolair Polda Jatim dan TNI AL untuk mengusahakan kemungkinan adanya armada lain yang mumpuni untuk menembus perairan pulau Raas untuk mengevakuasi 30 imigran gelap itu ke daratan," paparnya.
Upaya evakuasi imigran tersebut, lanjut Dirin tergantung pihak imigran, apakah akan langsung dibawa ke kantor imigran di Surabaya, atau bisa juga melalui jalur darat ke Sumenep.
"Kalau mislanya cuaca laut tidak memungkinkan untuk dibawa ke Surabaya, maka kami di Sumenep siap membantu proses evakuasinya," lanjut Dirin.
Sementara itu Kapten Kapal RB 204 Badan Sar Nasional (Basarnas), Harpodo mengakui bahwa pihaknya kini tidak bisa dengan mudah mengevakuasi 30 imigran gelap yang ditemukan selamat di Desa Guwa-Guwa, Kecamatan Raas, karena kapal yang ditumpanginya tidak mampu menembus perairan ke Pulau Guwa-Guwa karena cuaca ekstrim dan ombak besar. Sehingga kapal Basarnas yang sudah sempat berlayar menuju Pulau Guwa-Guwa terpaksa balik kucing ke Pelabuhan Kalianget.
"Tingginya gelombang laut memaksa kami untuk tidak melanjutkan perjalanan. Mengingat cuaca sangat ektrem dan ombak besar menghadang laju perjalanan kapal kami. Karenanya, kami masih berkoordinasi dengan Basarnas Surabaya untuk kemungkinan ada kapal refresentatif menuju pulau Guwa-Guwa," papar Harpodo.
Bahkan jika tidak ada kapal lain yang mampu menembus ke perairan Pulau Guwa-Guwa, pihaknya akan berupaya bekerjasama dengan Landasan Udara TNI AL di Juanda Surabaya agar bisa kemungkinan para imigran gelap itu bisa segera dievakuasi dari pulau Guwa-Guwa.
"Termasuk juga besar kemungkinan evakuasi dengan menggunakan helikopter milik Basarnas Surabaya," tandasnya.
Saat ini pihaknya sedang menunggu di pelabuhan Kalianget - Sumenep sambil menunggu informasi cuaca lebih baik dan terus berkoordinasi dengan para pihak di Surabaya.
Jika cuaca tiba-tiba membaik dan memungkinkan kapal berlayar menuju Pulau Guwa-Guwa pihaknya akan langsung terjun ke lokasi terdamparnya Imigran gelap.
Sebelumnya sempat terjadi simpang siur tentang keberadaan imigran gelap yang terdampar di perairan pulau Raas, sementara itu juga dikabarkan terdampar di perairan Situbondo atau ada juga yang menyebut tenggelam di perairan Jawa - Bali. Namun terakhir ditemukan oleh pantauan GPS (Global Positioning System) kalau kapal tersebut tenggelam di perairan Pulau Raas tepatnya di Perairan pulau Guwa-Guwa.