Pemilihan Gubernur Sulsel
Jubir Garudana: Ada Kandidat yang Ingin Jegal Kami
Tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Rudiyanto Asapa-Nawir
Laporan Wartawan Tribun Timur, Adin Syekhuddin
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Tim pemenangan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Rudiyanto Asapa-Nawir Pasinringi (Garudana) masih percaya diri jagoannya bakal tetap melenggang di Pilgub Sulsel 2013 melalui jalur partai.
Juru bicara Garudana, Nasrullah Mustamin mengatakan jumlah partai non parlemen dan satu kursi milik Gerindra yang ada di belakang pasangan ini jumlahnya sudah cukup untuk mengantarkan jagoannya mendaftar di KPU Sulsel.
Nasrullah mengatakan, total dukungan parpol non parlemen dan Partai Gerindra mencapai 16 persen. Nasrullah bersikukuh menolak meski didesak untuk membeberkan jumlah parpol non parlemen yang mendukung Garudana.
Karena alasan strategi, ia memilih untuk menutup rapat-rapat parpol non parlemen yang dimaksud, menurunya ada kandidat yang tidak menginginkan Garudana maju di Pilgub melalui jalur partai.
"Biarkan saja (kubu) Ilham mengklaim mengantongi dukungan dari 16 parpol non parlemen. Kita lihat saja nanti, yang jelas sampai sekarang kami tetap akan mendaftar dari jalur partai," kata Nasrullah, Kamis (26/7/2012).
"Saya tidak bersedia membukanya karena sejak awal kami pilih tutupi, kapan-kapan kita buka (partai apa saja) pasti ditutupkan lagi, ada kandidat yang tidak menginginkan kami maju, ada yang coba menjegal kami" tambah Nasrullah.
Nasrullah bahkan mengakui bahnyak pihak yang menyangsikan keseriusan pasangan ini di Pilgub Sulsel, mengingat sebagian besar partai politik pemilik kursi di DPRD Sulsel telah menyatakan sikapnya.
"Itulah kenapa kami memilih tidak menyebutkan parpol non parlemen, ada kandidat yang tidak menginginkan kami maju, kalau kami sebutkan pasti ditutupkan lagi pintunya, jadi biarkan saja kalau ada yang klaim," ujarnya lagi.
Di permukaan, dukungan parpol pemilik kursi di DPRD Sulsel tidak tersisakan untuk pasangan ini. PAN, PDK, Golkar, PDS, PDIP, PKPI, dan PPP memilih mendukung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang)
Sisanya, Partai Demokrat, Hanura, PKS, PBB, dan PKB memngarahkan dukungan pada pasnagan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Mudzakkar (IA).