Pemkot Jaksel Antisipasi Maraknya Gelandangan Saat Ramadan

Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Bahri Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan antisipasi di bulan Ramadan ini terkait menjamurnya fenomena pengemis dan gelandangan di jalanan ibukota.
Fenomena ini muncul akibat banyaknya umat muslim yang berlomba-lomba memberikan sedekah sehingga mereka menjamur dimana-mana.
Hal tersebut dianggap sangat mengkhawatirkan oleh pihak pemkot sendiri, karena banyak dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan dengan meminta-minta dengan membawa serta keluarganya dalam kendaraan gerobak.
"Untuk meminimalisir maraknya manusia gerobak Suku Dinas (Sudin) sosial Jakarta Selatan mengadakan beberapa kegiatan, diantaranya penempatan petugas P3S di beberapa titik," ujar Abdurahman Anwar Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2012).
Miftahul menambahkan fenomena ini menjamur ketika bulan Ramadan akan mencapai puncaknya pada malam takbiran.
"Kita memberikan penjelasan kegiatan ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) 8 tentang Ketertiban Umum," tambah Miftahul Huda Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial.
Selain itu, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan juga mengajak yayasan-yayasan seperti Bakti Nurul Iman, Permata, Lentera, Bina Anak Pertiwi dan Taruna Pertiwi untuk mencegah warga binaannya untuk tidak melakukan hal tersebut dengan membantu menyebarkan pamplet berisi larangan meminta-minta.

