Rabu, 10 Juni 2026

Pemilihan Gubernur DKI

Membicarakan SARA Bukan Berarti Menghina

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) bidang Kampanye, Suhartono, mengatakan membicarakan isu SARA bukan berarti menghina. Ia menilai, masyarakat

Tayang:
Editor: Johnson Simanjuntak

Laporan dari Pradita Seti Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) bidang Kampanye, Suhartono, mengatakan membicarakan isu SARA bukan berarti menghina. Ia menilai, masyarakat harus lebih dewasa dalam menyikapi penggunaan isu tersebut.

Masyarakat pun tak perlu cepat menilai sebuah pembicaraan SARA adalah bentuk penghinaan menurut pria berkacamata ini.

"Dalam masa kampanye, orang boleh membicarakan SARA. Tapi, tidak boleh menghina," kata Suhartono ketika ditemui di kantornya, Rabu (1/8/2012).

Suhartono juga menyatakan, yang menilai tindakan penggunaan isu SARA yang mengandung penghinaan adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Seberapa jauh derajat penghinaan itu saya pikir kapasitasnya panwaslu," kata Suhartono.

Dengan kedewasaan terhadap isu ini, masyarakat bisa lebih fokus ke Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Ia juga mengatakan, masyarakat bisa lebih fokus menilai visi dan misi yang dibawa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Menilai, apakah pasangan calon gubernur bisa menyelesaikan masalah yang dipunya oleh Jakarta," kata Suhartono.

Ayo Klik:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved