Nachrowi Sarankan Rhoma Irama Penuhi Panggilan Panwaslu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nachrowi 'Nara' Ramli menyarankan Rhoma Irama memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta untuk menjelaskan isi video ceramahnya yang mengandung unsur penghinaan SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan).
Nara sendiri mengaku sudah melihat tayangan isi ceramah Rhoma yang berdurasi tujuh menit itu. Dalam tayangan tersebut, Rhoma Si Raja Dang Dut menyinggung SARA salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.
"Sudah (melihat video Rhoma Irama). Jelaskan apa yang dimaksud H. Rhoma Irama. Sebab antara aqidah dengan SARA kan berbeda. Dan nanti bisa dilihat ada maksud di sana. Jadi datang (ke Panwaslu) dan jelaskan," ujar Nara jelang buka bersama Fraksi Partai Demokrat di kediaman Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR, Nurhayati Ali Assegaf, di Jl. Batu Sari No. 80 RT. 011, RW.02 Batu Ampar 1 Condet Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2012).
Nara menekankan dirinya juga tidak menyetujui adanya penghinaan SARA dalam kampanye politik. Namun, lanjutnya, harus dibedakan antara anjuran agama dan penghinaan SARA.
"SARA nggak boleh. Tapi kalau seseorang beribadah sesuai dengan agamanya itu wajib hukumnya. Jadi tolong bedakan SARA dengan orang melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya," ujar cawagub yang berpasangan Fauzi Bowo itu.
Sejauh ini, acara buka puasa bersama tersebut sudah dihadiri Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadan Pohan, Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa. Foke dan Anas Urbaningrum, Ketua Umum Demokrat. Fauzi Bowo sendiri belum muncul.
Ayo Klik:

