Kasus Simulator SIM
Polri Berharap Bisa Sinergis dengan KPK
Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna berharap institusi penegak hukum seperti Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan
TRIBUNNEWS.COm, JAKARTA - Wakapolri Komjen Pol Nanan Sukarna berharap institusi penegak hukum seperti Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan dapat saling bersinergi, bukan justru saling bersengketa.
Ditemui usai pertemuan Kapolri dan sejumlah jajarannya, serta sejumlah mantan pejabat Polri di gedung Mutiara Djoko Soetono, Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (06/8/2012), Nanan juga berharap media masa membantu terwujudnya hal itu.
"Saya mohon media juga mensinergikan, polisi dan KPK nya, bukan malah ngadu-ngadu. Mohon bantuan media mensinergikan karena kita sama-sama bekerja, menegakan hukum sama-sama," katanya.
Konflik antara KPK dan Mabes Polri berawal saat KPK hendak melakukan penggeledahan oleh KPK atas kasus dugaan korupsi Simulator SIM di markas korps Lalu Lintas (korlantas) Mabes Polri, yang sempat dihalang-halangi petugas Kepolisian.
KPK dan Mabes Polri sama-sama bersikukuh berwenang menangani kasus yang ikut menyeret dua petinggi polri, yakni matnan Kepala Korlantas Irjen Pol Djoko Susilo dan Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo itu.
"Polisi menangani bukan karena kewenangan, tapi karena tugas dan tanggung jawab," tandasnya.
Ayo Klik: