Tribunners / Citizen Journalism
Wali Kota Tri Risma Harini dan Penghuni Lokalisasi Dolly
Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini memberi pengarahan kepada warga lokalisasi setelah acara dibuka kiai Abuya Luthfi Muhammad.
Editor:
Yulis Sulistyawan

TRIBUNNEWS.COM - Jumat (3/8/2012) lalu saya mengiringi Kiai Abuya Luthfi Muhammad yang memberikan tausiyah di acara silaturrahmi dan buka puasa Wali Kota Surabaya Tri Risma Rahini bersama warga Lokalisasi Surabaya, di rumah dinas wali kota Surabaya di Jalan Wali Kota Mustajab.
Acara ini berlangsung tiga hari hingga Ahad (5/8/2012). Silaturahmi hari pertama itu dihadiri 200 lebih keluarga lokalisasi sekitar Dolly. Hari kedua hadir keluarga lokalisasi di Benowo dan sekitarnya, dan hari terakhir warga lokalisasi Sawahan dan Krembangan.
Tri Risma Harini memberi pengarahan kepada warga lokalisasi setelah acara dibuka kiai Abuya Luthfi Muhammad. Dengan kata-kata halus dan lembut, Risma mengimbau warga lokalisasi berhenti dari pekerjaan asusila. Tri Risma siap membantu bila warga berniat tulus dan sungguh-sungguh berubah.
Sebagai pemimpin yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat kelak, telah melaksanakan tugas sebagai ulil amri dengan mengajak warga lokalisasi untuk berubah dan siap membantu dengan segala kemampuan agar mereka beralih profesi yang lebih berkah dan manfaat. Tapi bila warga tak merespons dan menanggapi baik, tak ada jalan lain kecuali menutup lokalisasi sesuai prosedur (Perda Kota Surabaya Tahun 1999).
“Sudah banyak ulama dan tokoh-tokoh agama mendesak saya untuk menutup tempat-tempat. Sekali lagi saya mohon kepaada panjenengan (kalian) semua untuk meninggalkan pekerjaan itu, saya dan pemerintah Kota Surabaya, bismillah siap membantu dan memfasilitasi panjenengan semua,” pinta Risma dengan mata berkaca-kaca dan suara purau.
Di tengah keharuan suasana, saya sempat berpikir andai seluruh pemimpin negeri ini seperti Bu Risma itu, saya yakin Indonesia akan menjadi negeri yang hubungan pemimpin dan rakyatnya tak sebatas formalitas belaka. Tapi lebih dari itu, pemimpin yang cinta rakyatnya dan rakyat yang mencintai pemimpinnya. Jika sudah begitu pasti sebuah negara akan menjadi kuat dan hebat. Semoga.
Zaenal Abidin
Peneliti Sosial dan Sejarah di Fakultas Adab jurusan Sejarah dan Peradaban Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya
Sumber: Surya
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.