Lebaran 2012
Jalur Mudik Jabar Tanpa Sniper
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Lebaran 2012 ini dipastikan tidak akan ada penembak jitu
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Lebaran 2012 ini dipastikan tidak akan ada penembak jitu alias sniper yang ditempatkan di jalur mudik di Jawa Barat. Sebagai gantinya, Polda Jabar akan menempatkan anggota reserse di jalur rawan kriminalitas.
"Kami tidak menempatkan sniper, tapi kami menyiapkan petugas yang menggunakan pakaian preman dengan mengemban fungsi reserse. Dia mengemban tugas kepolisian untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan," kata Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Martanto di Gedung Sate, Bandung.
Martanto mengatakan, Polda Jabar telah menempatkan sejumlah personel berpakaian preman itu sesuai dengan eskalasi di daerah-daerah rawan meliputi tindakan pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas).
"Polda sendiri menurunkan 150 personel, kemudian satwil yang terdiri dari Polres dan Polrestabes bisa sampai 50 personel. Kondisi rawan ini berdasarkan evaluasi dan masukan dari masyarakat serta laporan lapangan," katanya.
Menurut Martanto, daerah rawan di Jawa Barat ada di dua kawasan, yakni jalur pantura dan selatan. Wilayah Pantura terutama di sepanjang Indramayu hingga Cirebon. Martanto mengatakan, masalah Lebaran tidak hanya kemacetan, tapi juga kriminalitas. Terlebih pada 2011 angka kriminalitas cenderung meningkat.
Martanto mengatakan, pada arus mudik dan balik Lebaran 2012, Polda Jabar hanya menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan. Jadi, tahun ini tidak ada lagi pos komando taktis dan pos penjagaan dan pengaturan.
Menurut Martanto, setelah mencermati, mempertimbangkan, dan melihat perkembangan pemudik pada 2012 yang dianalisis dari hasil evaluasi pemudik 2010 dan 2011, Polda Jabar telah melakukan langkah terobosan dengan membangun pos yang hanya berjarak 4,5 km dari pos lainnya.
Menurut dia, tujuan ditempatkannya satu pos per 4,5 km agar bisa cepat memberikan informasi jika terjadi kemacetan sehingga petugas di lapangan bisa mengurainya. Tiap wilayah sudah menyiapkan tim pengurai yang diawaki oleh anggota lalu lintas Sabhara dengan menggunakan sepeda motor.