Minggu, 12 April 2026

Penembakan Halte Busway Bukti Banyak Senpi Beredar

Meskipun pihak kepolisian telah menggelar Operasi Sendak (Senjata Api dan Bahan Peledak) sebagai operasi cipta kondisi jelang Ramadhan.

Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meskipun pihak kepolisian telah menggelar Operasi Sendak (Senjata Api dan Bahan Peledak) sebagai operasi cipta kondisi jelang Ramadhan. Namun adanya aksi penembakan halte busway, Sabtu (4/8/2012) lalu menjadi bukti nyata jika peredaran senpi masih marah di masyarakat.

Hal ini diakui pula oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Kamis (9/8/2012) di Mapolda Metro Jaya.

"Memang yang digunakan oleh pelaku penembakan busway adalah senapa angin atau air soft gun. Air soft gun ini termasuk senjata untuk olahraga. Ketentuannya apabila tidak digunakan harus digudangkan. Tapi nyatanya di lapangan masih ada," ungkap Rikwanto.

Para pemilik senjata air soft gun, dikatakan Rikwanto harus memiliki kemampuan menembak dan terdaftar dalam klub menembak dibawah Perbakin.

"Kalau di lapangan ditemukan, ya disita. Kalau masyarakat menemukan dan mengetahui masih ada senpi di masyarakat bisa dilaporkan ke kepolisian," ucap Rikwanto.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah ada kemungkinan motif dibalik penembakan halte busway karena maraknta kecelakaan yang melibatkan busway dengan pengendara dan pejalan kaki, bahkan hingga mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Menurut Rikwanto, pihak kepolisian belum menemukan adanya unsur yang mengarah ke sana.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sabtu malam, (4/8/2012) lima halte Transjakarta ditembaki oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Dan atas penembakan tersebut, TransJakarta mengalami kerugian Rp 20 juta. Pelaku penembakan melepaskan pelurunya di Halte Pancoran Tugu, Halte Cikoko Stasiun Cawang arah Pinang Ranti, dua Halte Cawang Ciliwung dan Halte Tebet BKPM.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebutir gotri (logam bulat kecil) dari TKP penembakan halte busway Cawang Ciliwung. Dari logam sejenis gotri itu nantinya bisa diketahui asal indikasi tembakan, bisa dari senapan angin atau air soft gun.

Kemudian, dari keterangan dua satpam di lokasi kejadian yakni Syarif dan Sarwani, diketahui saat kejadian hanya terdengar suara hentakan seperti senapan angin atau soft guns. Kemudian pelaku berlalu dan sejumlah kaca di halte busway pecah.

Ayo Klik:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved