Peredaran Uang Palsu Marak di Luar Jakarta
Polda menilai, peredaran uang palsu marak terjadi di luar Jakarta.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, memasuki minggu ketiga Ramadan, pihaknya belum menerima laporan peredaran uang palsu. Polda menilai, peredaran uang palsu marak terjadi di luar Jakarta.
"Uang palsu banyak beredar di toko-toko kecil di daerah luar Jakarta. Karena, di daerah kan proses jual belinya cepat, tidak bisa mengkontrol keaslian uang, karena tidak punya alat sinar ultraviolet untuk memeriksa keaslian uang, seperti yang dimiliki berbagai toko dan mal di Jakarta," ujar Rikwanto, Kamis (9/8/2012).
Peredaran uang palsu di Jakarta, lanjutnya, sangat sulit ditembus, lantaran mayoritas toko-toko dan mal di Jakarta sudah memiliki alat pendeteksi uang palsu, seperti alat sinar ultraviolet. Sehingga, keaslian uang bisa dicek.
Sedangkan peredaran uang dolar palsu alias dolar hitam, menurut Rikwanto marak terjadi di kota besar, termasuk Jakarta.
Namun, peredaran dolar palsu terkait kasus penipuan dari undian berhadiah, dan korbannya diminta mentransfer sejumlah uang rupiah, dengan alasan untuk membayar pajak dolar.
Rikwanto menambahkan, bila ada masyarakat yang menemukan uang palsu, diimbau segera melapor ke polisi dan menyimpan tidak mengadarkan uang itu. Karena, bila diedarkan, justru yang bersangkutan yang bisa dituduh sebagai pengedar. (*)
BACA JUGA
- Anak Tunggal Tewas Tenggelam di Kalimalang
- Dua Kecelakaan Warnai Sahur di Jakarta
- Basarnas Terus Cari Bocah Hanyut di Kalimalang
- Bocah Kelas Satu SD Hilang Terbawa Arus Kalimalang