Senin, 13 April 2026

Jay Subiyakto Tertantang Pentas di Solo

Jay Subiyakto sebagai penata artistik pementasan Matah Ati merasa pementasan di Solo sebagai yang terberat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Meski sudah mementaskan Matah Ati di berbagai tempat
bahkan hingga ke luar negeri, ternyata Jay Subiyakto sebagai penata artistik pementasan Matah Ati merasa pementasan di Solo sebagai yang terberat. Selain karena Solo merupakan tanah kelahiran cerita Matah Ati, juga melihat masyaraat yang dekat dengan kesenian.

"Paling berat memang di Solo mengingat masyarakatnya sangat dekat dengan kesenian," katanya kepada wartawan saat jumpa pers pementasan Matah Ati di Loji Gandrung, Senin (13/08/2012).

Pentas Matah Ati di Solo akan digelar di Pamedan Mangkunegaran, pada tanggal 8 hingga 10 September 2012 mendatang. Pementasan tersebut juga sebagai penutup kegiatan Konferensi Federation for Asian Culture Promotion yang diselenggarakan pada tanggal 6 hingga 9 Semptember 2012 di The Sunan Hotel Solo.

Jay mengaku, sudah menjadi cita-citanya untuk mementaskan Matah Ati di Kota Solo. Pementasan tersebut digelar sebagai bentuk pertanggungjawaban tim Matah Ati kepada seniman dan masyarakat Kota Solo sebagai tempat lahirnya cerita Matah Ati. "Sudah menjadi cita-cita saya, Matah Ati harus dipentaskan di tanah budaya, tanah lahirnya matah ati," katanya.

Karena itulah, pihaknya tidak tanggung-tanggung dalam pementasan kali ini. Pementasan digelar selama tiga hari dan disediakan sekitar empat ribu undangan secara cuma-cuma. Dirinya berharap banyak kalangan muda yang menyaksikan pementasan Matah Ati nantinya. "Daripada mengusung
budaya pop, sebenarnya budaya tradisi kita ini lebih berpotensi untuk booming di luar negeri. Karena itu saya mengajak sebanyak-banyaknya anak muda untuk mencintai kesenian tradisi kita," katanya

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved