Ketulusan Itu Membantu Mualaf
Menjadi seorang muallaf itu dirasakan tak mudah oleh Ketua Harian Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI) Kalimantan Selatan, Antony Subiakto.
TRIBUNNEWS.COM - Menjadi seorang muallaf itu dirasakan tak mudah oleh Ketua Harian Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI) Kalimantan Selatan, Antony Subiakto.
Antony menyadari jadi mualaf harus benar-benar keyakinan dari hati dan karena Allah SWT.
"Jangan jadi mualaf hanya karena perkawinan atau lainnya, tapi niatkan dari hati," ujarnya
Risiko dikucilkan dari keluarga saat mengubah keyakinan ke agama Allah lanjutnya sudah dialaminya.
Namun dengan ketulusan dia pun bisa melewatinya dengan mudah.
"Tapi kalau kita benar-benar tulus, Insya Allah jalan akan terbuka dan mereka akan kembali menerima," pungkas dia.
Dijelaskannya, meski sedikit canggung namun kebanyakan para mualaf yang menjalani Ramadan pertama langsung berpuasa dan tidak sedikit ada yang tunai satu bulan.
Kebanyakan sebelum jadi mualaf mereka mempelajari dulu bagaimana Islam itu sebenarnya.
Saat ini lanjut Antony sudah ada sekitar 1.500 pengikuti PITI yang kebanyakan di antaranya mualaf.
"Untuk di Banjarmasin saja ada 389 anggota PITI. Itu baru dari etnis Tionghua belum dari dayak, bugis, batak yang juga jadi mualaf," tandas dia.
Klik juga: