Pemilihan Gubernur DKI
Kubu Jokowi Minta Polisi Proses Orang yang Diduga Penyusup
pihak panitia PD dan pendukung Nara memilih merelakan keduanya ditangani kepolisian.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim kampanye pasangan Jokowi-Basuki meminta kepolisian memproses dua orang yang diduga melakukan penyusupan di acara internal Partai Demokrat, Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat, Jumat (17/8/2012).
Hal ini disampaikan menyusul pemberitaan bahwa kedua orang tersebut diduga berasal dari pihak Jokowi-Basuki lantaran ditangkap dengan mengenakan kemeja kotak-kotak.
"Kami sepenuhnya mendukung upaya aparat Polri untuk menindak sesuai dengan hukum yang berlaku, jika yang dilakukan oleh kedua orang tersebut melanggar hukum," ujar Prasetyo Edi Marsudi salah satu pimpinan Tim Kampanye Jokowi-Basuki, dalam keterangannya, Jumat (17/8/2012) malam.
Diberitakan sebelumnya, kedua pria yang mengenakan kemeja kotak-kotak itu ditangkap saat muncul di acara buka puasa bersama DPD Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta di Hotel Twin Plaza.
Pihak panitia dari PD menangkap lantaran curiga keduanya sengaja menyusup di acara internal partai. Mereka juga curiga jika kedua pria itu merekam dengan telepon seluler sejumlah pidato yang disampaikan di dalam acara.
Kejadian tersebut tak berlangsung lama, karena pihak panitia PD dan pendukung Nara memilih merelakan keduanya ditangani kepolisian.
Atas kejadian itu, Prasetyo menegaskan bahwa Tim Kampanye Jokowi-Basuki tidak pernah dan tidak akan pernah menginstruksikan siapapun untuk melakukan penyusupan, penyadapan, atau apapun kegiatan yang melanggar hukum.
Prasetyo pun menilai janggal kejadian itu. Sebab, kemeja kotak-kotak yang kerap dikenakan Jokowi-Basuki adalah gampang diperoleh di pasaran. Dengan begitu, maka tidak bisa dijadikan pembenaran bahwa kedua pria tersebut adalah pendukung Jokowi-Basuki.
"Pertanyaan kami, bukankah dengan mengenakan baju kotak-kotak saja di tempat khusus yang diadakan oleh DPD Partai Demokrat juga sangat mengundang perhatian? Bagaimana mungkin melakukan penyusupan?" ujar Prasetyo.