Senin, 4 Mei 2026

Puluhan Warga Jambi Batal Mudik

Penipuan dengan modus travel dan rental mobil fiktif terjadi di Kota Jambi.

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penipuan dengan modus travel dan rental mobil fiktif terjadi di Kota Jambi. Pelaku menipu korban dengan cara memberikan potongan tarif atau diskon sewaan mobil hingga separuh dari tarif normalnya. Tak tanggung-tanggung, puluhan orang telah menjadi korban.

Setelah korban membayar uang panjar hingga jutaan rupiah, pelaku pun melarikan diri dari loket kontrakannya. Peristiwa ini menimpa warga yang hendak menyewa mobil di Mustika Wisata Travel Ekspedisi dan Rent Car (Rental Mobil), yang beralamat di RT 07, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kota Baru, Kota Jambi.

Rike Lusyane (30) seorang korban penipuan kepada Tribun mengungkapkan kejadian yang dialaminya. Awalnya ia mendapatkan informasi dari iklan di koran bahwa adanya mobil rental harian. Karena niatnya mau disewa untuk Mudik, pulang ke Medan, pada Jumat 10 Agustus 2012, ia pun menelepon pemilik rental itu.

"Kita kan mau berangkat ke Medan, jadi butuh mobil, saya cari yang ada di iklan-iklan, ada Mustika Rental dan Ekspedisi namanya," kata Rike, Kamis (16/8).

Menurut Rike, awalnya petugas rental pun menyanggupi dan mengatakan siap mengantarkan mobil ke rumahnya. "Alamat rentalnya setelah pasar Mama, Mayang. Kita pesan mobil dan dia menyanggupi," ungkapnya.

Kemudian Rike menelepon lagi untuk negoisasi harga, yang akan disewanya selama enam hari. Petugas yang dikatakan Rike, mengaku bernama Adam mengatakan tarifnya khusus mobil Avanza tahun 2011 perhari Rp 750 ribu, itu tanpa sopir.

Beberapa lama kemudian petugas itu memberitahukan lagi sama dirinya, jika dibayar secepatnya akan maka akan diberikan potongan harga, dari Rp 750 ribu per hari, hanya diminta Rp 300 ribu perhari.

"Karena kita butuh mobil, dan tertarik diskonnya, langsung saya bayar lunas," katanya yang dijadwal itu berangkat tanggal 17 Agustus.  Pelaku juga mengatakan satu hari sebelum keberangkatan, mobilnya akan diantar langsung ke alamat.

Rike awalnya percaya karena menurutnya ada kuitansinya, stempelnya khusus, sebagai bukti pembayaran. "Saya tinggal melengkapi KTP, KK, dan SIM untuk menggunakan mobil itu," imbuhnya.

Namun setelah dihubunginya, Selasa (14/8) nomor handphone milik petugas rental itu sudah tidak aktif lagi. Karena sudah mulai curiga, ia bersama temannya yang juga sudah menjadi korban mendatangi loket itu.

"Kami malam itu pergi ke loketnya. Kantornya itu kan ada spanduknya, kalau benar-benar penipuan ntar spanduknya dicopot atau apa gitu," ujarnya.

Setelah tiba di sana rumah sudah kosong, ia bertemu dengan lelaki yang bernama Taufik yang mengaku juga korban penipuan. Taufik hendak menyewa mobil untuk mudik ke Pekanbaru. "Taufik mengatakan sudah membayar DP (uang muka) Rp 1 juta," katanya
Tak lama kemudian di dekat rumah yang menjadi loket rental mobil itu, datang lagi beberapa orang yang ternyata juga korban.

"Malam itu ada empat orang, di antara mereka ada yang mengatakan sudah bayar Rp 1-2 juta, bahkan satu korban yang mau rental mobil ke Jawa sudah membayar Rp 7 juta lebih," kata Rike.

Karena sudah merasa tertipu, akhirnya pada malam itu mereka sepakat melaporkan kejadian ke Polsek Kota Baru. "Malam itu kami melakukan tindakan ramai-ramai ke Polsek Kota Baru. Sampai di polisi ternyata kata polisi tadi pagi juga sudah ada empat yang melapor," katanya. (hdp)

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved