Gudang Ikan Asin Terbakar
Saya sedang mencuci. Karena mendengar gemercik api, saya keluar dan melihat keatas.
TRIBUNNEWS.COM,MALANG- Gudang ikan asin di Jalan Sartono SH 6A, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun terbakar, Selasa (21/8/2012) pukul 14.30 WIB. Pemilik gudang, Asen alias Agung (60) mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta akibat kebaran ini.
Sumber api berasal dari pembakaran sampah dibelakang gudang. Tidak ada yang mengetahui siapa yang membakar sampah tersebut. Sejumlah warga memastikan titik asal api itu bukan tempat pembuangan sampah atau tempat pembakaran sampah warga. Setiap harinya sampah warga dibuang di bak sampah depan rumah sebelum diangkut oleh truk sampah.
Tumpukan sampah kering itu menyebabkan api meninggi sehingga menyambar ujung atap sebelah barat. Terbakarnya gudang ikan asin ini pertama kali diketahui oleh tetangga, Misnah (45). Saat itu api sudah berada di puncak atap dan melahap bagian belakang gudang.
“Saya sedang mencuci. Karena mendengar gemercik api, saya keluar dan melihat keatas. Ternyata gudang itu yang terbakar,” kata Misnah.
Khawatir api melahap rumahnya, Misnah memilih bertahan diluar rumah dan berteriak minta tolong pada warga. Sebagaian warga langsung menghubungi Agung dan Pemadam Kebakaran (PMK) untuk memberitahukan kebakaran itu.
Setelah tiba di gudang miliknya, Agung langsung mematikan aliran listrik. Perabotan yang ada didalam gudang pun dikeluarkan oleh warga. Agung tidak dapat memastikan apa saja yang terbakar. Menurutnya api hanya membakar bagian atap gudang pendingin ikan.
“Didalam pendingin itu tidak ada cahaya sehingga tidak tahu apa saja yang terbakar,” kata Agung.
Tiga mobil PMK dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah dipastikan tidak ada api di semua sudut, tiga mobil PMK itu meninggalkan lokasi kebakaran 30 menit kemudian.
Agung dan warga masih berkumpul di sekitar gudang setelah petugas PMK meninggalkan lokasi. Saat itulah Agung melihat bagian puncak atapnya masih mengeluarkan asap. Pria yang rambutnya memutih ini langsung menghubungi PMK lagi. Satu unit mobil PMK datang kembali untuk menjinakan sumber api tersebut. “Memang lebih baik menghubungi PMK lagi daripada apinya makin membesar,” kata petugas pemadam, Edy Susianto.