Sabtu, 30 Mei 2026

Tiga Bersaudara Lumpuh Sejak Lahir

PIPIH (55) tak kuasa menahan tangis ketika Tribun menyambangi rumahnya di RT 08/12, Kampung Naga Buah Dua

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Teuku Muh Guci Syaifudin

TRIBUNNEWS.COM -- PIPIH (55) tak kuasa menahan tangis ketika Tribun menyambangi rumahnya di RT 08/12, Kampung Naga Buah Dua, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Senin (27/8/2012). Air matanya mengucur deras membasahi pipinya.

Sesekali tangannya mengusap air mata yang menderai deras. Isaknya pun berhenti ketika Jajang (22), anak keempatnya, memanggil namanya. Meski tak jelas, nada yang keluar memang menjadi isyarat khusus ketika memanggil Pipih.

Tinggal di rumah yang sederhana, yang memiliki dua kamar yang sempit, Pipih ditemani Amid (52), suami yang dinikahinya pada tahun 1979.

Mereka yang kesehariannya bekerja sebagai pengumpul barang bekas itu pun memiliki lima buah cinta yang terdiri atas dua perempuan dan tiga laki-laki. Mereka adalah Yani (25), Yanti (24), Rohmat (23), Jajang (22), dan Tian (19).

Namun, kondisi anak-anak pasangan tersebut tidak semuanya dalam keadaan sempurna. Ketiga putra, yakni Rohmat, Jajang, dan Tian, yang diharapkan menjadi tulang punggung keluarganya, justru mengalami kelumpuhan sejak lahir, sedangkan kedua putrinya sudah berkeluarga dan memiliki anak.

"Ketiga putra kami tidak seperti putra-putra orang lain yang bisa berjalan dengan normal. Anak kami berjalan pun harus merangkak. Belum lagi tidak bisa berbicara dengan jelas," ujar Amid ketika berbincang dengan Tribun.

Amid pun mengatakan, semakin bertambah usia, anaknya bukan malah menunjukkan kesembuhan. Kelumpuhan yang diderita anaknya malah semakin bertambah parah. Bahkan, kedua anaknya, Jajang dan Tian, hanya bisa berdiam diri di kamar, sedangkan Rohmat terkadang berada di luar. "Itu pun harus dengan bantuan Amid untuk digendong ke luar," katanya.

Berpenghasilan sekitar Rp 20 ribu per tiga hari membuat Amid selalu mengurungkan niat untuk membawa ketiga anaknya berobat ke dokter. Apalagi, keluarganya mengandalkan tenaganya untuk mencari nafkah dan memberi makan ketiga anaknya. "Istri saya di rumah saja mengurus anak-akan dan cucu saya," ujarnya.

Namun, kini kondisi Amid tak bisa lagi mengumpulkan barang bekas seperti biasanya. Pasalnya ia mengalami sakit asma yang sudah dideritanya sejak kecil. Karena itu ia memilih beristirahat di rumah mengandalkan warga yang hendak menjual barang bekas ke rumahnya.

"Untuk makan, alhamdulillah kami selalu mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar. Kami bersyukur masyarakat RT 08 sangat peduli kepada kami. Mereka juga membantu merehab rumah kami karena sempat kebanjiran," ujarnya.

Amid mengaku, selama tinggal di Kampung Naga, ia belum pernah mendapat bantuan secara langsung dari pemerintah setempat. Baru pihak Desa yang memberikan bantuan berupa sebuah kursi roda.
"Sampai sekarang anak kami belum pernah memakai kursi roda itu karena memang anak kami tak bisa memakainya. Kami juga belum pernah meminta. Hanya masyarakat sekitar yang membantu kami," katanya.

Pipih mengalami susah dan beratnya merawat tiga putra sekaligus. "Kalau makan harus disuapi. Buang air harus digendong," katanya. Ia pun kerap membersihkan kotoran ketiga anaknya di pagi hari karena malam hari ketiganya buang air di tempat mereka tidur.

Namun, yang dikhawatirkan Pipih bukan anaknya akan mengalami kelaparan. Pipih khawatir tentang masa depan anaknya dengan kondisi tersebut. Apalagi jika kedua orang tuanya sudah tak ada lagi.
"Siapa yang mau mengurus mereka kecuali orang tuanya?" katanya. Karena itu ia berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah.

Ketua RT 08, Elis (38), mengakui, selama ini ketiga anak tersebut belum pernah mendapat bantuan secara langsung dari pemerintah.

Bantuan dari desa saja tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Karena itu masyarakat merasa perihatin dengan keadaan keluarga Amid. "Orang tuanya sudah tidak punya apa-apa. Tapi keadaan anaknya sangat memperihatinkan. Pemerintah seharusnya jangan tutup mata," katanya ketika ditemui Tribun, kemarin. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved