Garut Paling Banyak Butuh Gula Rafinasi
Industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Bekasi menjadi sasaran pertama yang akan dikirimi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- Industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Bekasi menjadi sasaran pertama yang akan dikirimi gula rafinasi langsung dari pabrik. Menurut rencana, pengiriman akan dilakukan pekan ini dengan jumlah gula sebanyak 1 tronton atau sekitar 25 ton.
Sementara kabupaten dengan jumlah kebutuhan gula rafinasi terbanyak adalah Garut. Di kabupaten tersebut, IKM butuh sekitar 1.500 ton gula rafinasi per tahun. "Usaha dodol butuh gula paling banyak," kata Ketua Koperasi Industri Tambun (Koritan) pada Asosiasi Industri Kecil dan Menengah Agro (AIKMA) Jabar, Suyono, melalui sambungan telepon, Minggu (2/9/2012).
Menurut Suyono, sesuai kesepakatan dalam MoU antara pihaknya dengan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) 14 Agustus lalu, gula rafinasi untuk kebutuhan IKM yang tergabung dalam Koritan pada AIKMA Jabar akan dipasok dari AGRI. Pelaku IKM pun tidak akan lagi membeli gula rafinasi dari tengkulak.
"Kemudian kami melakukan implementasi atas MoU itu dengan cara sosialisasi ke kabupaten/kota di Jabar, terutama terkait tata cara distribusi gula rafinasi dari pabrik ke kabupaten/kota dan siapa yang punya gudang untuk menyimpan gula rafinasi tersebut di setiap kabupaten/kota,"katanya.
Dari sosialisasi itu, kata dia, Kabupaten Bekasi dinilai sudah siap. Karena itu, mulai pekan ini, kabupaten paling barat di Jabar itu akan dikirimi gula rafinasi dari pabrik AGRI. Jumlah gula rafinasi yang dikirim pertama ke Bekasi ini sekitar 1 tronton atau 25 ton.
Sebanyak 25 ton gula rafinasi itu, kata Suyono, diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan gula rafinasi IKM Kabupaten Bekasi selama sekitar enam hari. Perkiraan itu muncul berdasarkan catatan Koritan pada AIKMA Jabar yang menyebutkan kebutuhan gula rafinasi Kabupaten Bekasi sekitar 1.400 ton per tahun.
Menurut Suyono, jika gula rafinasi kiriman pertama habis, maka pihak AGRI akan mengirim untuk yang kedua dan seterusnya. Pengiriman gula rafinasi, bisa dikirim kapan saja dengan jumlah yang dibutuhkan pelaku IKM. "Tapi untuk perdana ini satu tronton dulu," ujarnya.
Sementara kendala di kabupaten/kota lain yang akan dikirimi gula rafinasi adalah gudang yang tidak memadai. Suyono menyebutkan, gudang yang harus ada di kabupaten/kota minimal berkapasitas 50 ton.
Gudang tersebut harus benar-benar berada di kabupaten/kota tujuan, karena untuk memudahkan distribusi gula rafinasi ke pelaku IKM. Jika gudang tidak memadai belum dapat dilakukan pengiriman. "Kami tidak menyimpan di gudang yang ada di provinsi karena menyangkut cost (biaya). Akan lebih murah dan mudah bila langsung di kabupaten/kota," katanya.