Dua Desa di Bontoa Kekeringan
Musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September menimbulkan kekeringan di Kabupaten Maros.
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muthmainnah Amri
TRIBUNNEWS.COM, MAROS - Musim kemarau yang diprediksi akan terjadi pada Agustus hingga September menimbulkan kekeringan di Kabupaten Maros. Tepatnya di Desa Pajukukang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros sejumlah tambak dan sawah warga mengalami kekeringan, Selasa (4/9/2012).
Selain kekeringan, air bersih pun jarang ditemui di desa ini. Menurut salah seorang warga, Daeng Ondeng (50), warga membutuhkan penampungan air bersih. Biasanya mereka berinisiatif membeli air bersih yang disediakan PT Semen Bosowa Maros melalui mobil tangki yang masuk ke desa ini. Mobil tangki ini telah menjadi langganan warga setiap musim kemarau datang. Air bersih akan melayani warga yang membutuhkan. Biasanya Daeng Ondeng membeli air bersih senilai Rp 6 ribu untuk satu penampungan air yang menampung 60 liter air.
Selain di Desa Pajukukang, desa lainnya juga mengalami hal yang sama yakni di Desa Panjallingan Kecamatan Bontoa. Warga setempat memanfaatkan penampungan air milik warga.
Sore menjelang petang pemandangan antrean air kerap terjadi di desa ini.
Baca Juga:
- Empat Kamera Perekam Dipasang di Sidang Anwar Beddu
- Hutan Argopuro Terbakar, Jalur Pendakian Ditutup
- Kemenag Jombang Belum Temukan Alquran Salah Cetak
- Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram