Puskopti Sambut Baik Bulog Jadi Stabilisator Kedelai
Pusat Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jabar menyambut baik Perusahaan Umum Badan Urusan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pusat Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jabar menyambut baik Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) jadi stabilisator kacang kedelai. Sebab sudah sejak lama Perum Bulog diharapkan direvitalisasi.
"Bulog diharapkan seperti itu (jadi stabilisator harga). Ini langkah untuk jangka panjang ke depan agar harga komoditas pangan utama tidak bergejolak, dan Indonesia bisa swasembada," ujar Ketua Puskopti Jabar, Asep Nurdin melalui sambungan telepon, Rabu (5/9/2012).
Pemerintah telah menetapkan Perum Bulog sebagai lembaga yang mengatur stabilisasi harga bagi tiga komoditas pangan utama, yakni beras, kedelai, dan gula. Penetapan itu keluar dalam rapat di Kantor Kementerian Perekonomian, di Jakarta, Selasa (4/9/2012).
Perum Bulog akan mulai bekerja sebagai stabilisator tiga komoditas pangan utama setelah Peraturan Pemerintah (PP) keluar. Sebab PP itu yang akan mengukuhkan tugas baru Perum Bulog. Namun kapan PP keluar, belum diketahui.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Perum Bulog menjadi stabilisator bagi lima komoditas pangan utama, menyusul melonjaknya harga kedelai. Lima komoditas itu antara lain beras, jagung, kedelai, gula dan minyak goreng.