Sabtu, 2 Mei 2026

Siswa Singapura Ketagihan Main Gamelan

Angklung ada di sekolah saya. Kami biasa memainkan saat ekstrakurikuler. Tapi jarang yang suka

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Sebanyak 19 siswa asal Rafles Institute Singapura belajar musik tradisional di sekolah multikultur, SMP YPPI 2 Surabaya. Di sekolah yang berlokasi di Dharmawangsa ini, belasan siswa Singapura itu belajar memainkan gamelan, angklung, dan kulintang.

Satu jam menabuh musik lembut gamelan, bagi siswa SMP kelas IV (SMA kelas 1 di Indonesia) Singapura ini belum cukup. Mereka ingin sekali lagi menabuh gamelan bersama-sama.

"Saya suka sekali. Unik dan bagus suaranya," ucap Tan Wah Jian, Rabu (12/9/2012).

Apalagi tidak hanya gamelan, para siswa dari negara maju Singapura tersebut juga diajak memainkan musik kulintang dan angklung.

"Angklung ada di sekolah saya. Kami biasa memainkan saat ekstrakurikuler. Tapi jarang yang suka. Di sini, semua bisa memainkan angklung," kata Lin Qi, siswa lain.

Mulai pukul 12.00, para siswa Singapura tersebut bermain musik tradisional. Baru pukul 15.00, belasan siswa itu merasa capek. Maklum, mereeka tak biasa duduk bersila sambil menabuh kenong, saron, peking, sampai gong. "Capek," kata Tan sambil memegangi lingkar pinggang.

Kedatangan siswa Singapura ke YPPI tersebut dalam rangka student exchange. Dua sekolah ini telah enam tahun menjalun kerja sama pendidikan. Mereka saling tukar pelajar di masing-masing sekolah.
"Siswa Singapura selama empat hari ikut belajar di sekolah kami. Tinggalnya host parents, bareng siswa YPPI di rumah masing-masing," kata Ramdhan, Waka Kesiswaan SMP YPPI 2.

Selain ikut belajar bergabung di kelas, para siswa Singapura itu juga belajar batik tulis, tari remo, dan keliling Surabaya. Mereka diajak mengenali budaya lain Jatim.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved