Selasa, 21 April 2026

Pemilihan Gubernur Sulsel

Aziz Minta Maaf kepada Masyarakat Kota Makassar

Kandidat Wakil Gubernur Sulsel Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Makassar terkait

Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Kandidat Wakil Gubernur Sulsel Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Makassar terkait rencana Ilham-Aziz (IA) mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (14/9/2012) besok.

IA mendaftar di KPU pukul 14.00 Wita. Sementara incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dijadwalkan pukul 11.00 Wita (dimajukan dari pukul 13.00 Wita).

Permohonan maaf disampaikan Senator RI asal Sulsel ini saat mencicipi kopi susu di Warung Kopi (Warkop) Sija, Jl Boulevard, Makassar, Kamis (13/9/2012). Aziz hadir didampingi juru bicara IA, Selle KS Dalle.

"Kami minta maaf kalau besok itu sampai terjadi macet karena kami tidak bisa menahan massa yang ingin datang, kita tidak mobilisasi ya," kata Aziz.

"Persiapan kami mendaftar besok, kita berharap suasana yang ada di masyarakat itu biasa-biasa saja, kalau sampai ada kemacetan besok, itu harap dimaklumi. Kalau ada massa yang besar maka itu tidak perlu mengganggu masyarakat, kita ingin politik yang sehat," kata Aziz menambahkan.

Selle mengatakan, kurang 35 ribu simpatisan IA yang dijadwalkan datang mengawal IA ke KPU. Namun, menurut Selle, angka tersebut masih tentatif. Pasalnya, rencana kedatangan mereka atas inisiatif sendiri. Tim IA enggan mengerahkan banyak orang.

"Beredar kabar bahwa pendaftaran besok itu akan diwarnai ketegangan, bagi kami, ini suasana biasa-biasa saja, suasananya tidak seperti itu, kita santai saja," kata Selle.

Meski tim IA mengaku tidak mobilisasi massa, Selle mengakui, rencana kedatangan kurang lebih 35 ribu orang sudah masuk daftar laporan tim IA.

"Yang mau datang atas inisiatif mereka jumlah segitu. Kami tidak bisa menghalangi mereka datang. Kalau pun diisukan rawan gesekan, maka kita serahkan ke kepolisian. Yang penting jangan memancing," ujar Selle.

Bagi Aziz, jadwal pendaftaran IA dan incumbent Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) yang disebut-sebut rawan bentrok itu merupakan ajang evaluasi tingkat kedewasaan berdemokrasi masyarakat Sulsel khususnya kubu masing-masing kandidat.

"Pendaftaran di KPU kiranya kita melihat sebagai suatu kesempatan setiap lima tahun untuk mencoba mengevaluasi, mengambil pelajaran langkah untuk bangsa kita ke depannya. Krisis multidimensi bangsa ini sebenarnya belum pulih," jelas Aziz.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved