Film Innocence of Muslims
Obama Kirim Dua Kapal Perang
Barack Obama langsung menuding kelompok Alqaeda berada di balik serangan roket di Kedutaan Besar AS di Libya.
Baca juga di Tribun Jakarta Digital
TRIBUNNEWS.CON,JAKARTA--Pemerintahan Barack Obama langsung menuding kelompok Alqaeda berada di balik serangan roket di Kedutaan Besar AS di Libya.
Dua kapal perang, USS Laboon dan USS McFaul, langsung dikirim ke Libya.
Dua kapal tempur itu dikirim sesaat setelah Presiden Barack Obama berpidato di Gedung Putih terkait insiden di Libya.
"Saya juga telah mengarahkan pemerintahan saya untuk meningkatkan pengamanan di pos-pos diplomatik di seluruh dunia," tegas Obama di Rose Garden, Gedung Putih.
Ketika memperingati serangan 11 September, Obama tegas menyatakan AS tak memerangi Islam, melainkan pejuang Alqaeda. "Bukan melawan Islam atau agama lain. Negara ini dibentuk sebagai menara bagi kebebasan dan toleransi," tegas Obama.
Kapal perang USS Laboon yang bersandar di Pulau Kreya, Yunani, dikirim dalam hitungan jam. Sedangkan USS McFaul berjarak beberapa hari dari perairan Libya. Dua kapal perang itu memiliki persenjataan lengkap, termasuk rudal Tomahawk yang banyak digunakan saat NATO membantu oposisi Libya menumbangkan Khadafi.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), George L menyatakan, dua kapal tempur itu akan berpatroli dan berjaga jaga di sekitar perairan Libya. Marinir AS diperintahkan menangkap para penyerang konsulat di Libya.
Menlu Hilarry Clinton yang mengutuk serangan maut itu seraya meyakinkan AS segera mengadili kelompok Alqaeda. Berbeda dengan Pemerintah Libya yang terang-terangan menyebut pelaku pembunuhan Dubes Stevens adalah para loyalis mendiang Moammar Khadafi, mantan Presiden Libya.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) pun mengutuk serangan mematikan terhadap misi diplomatik AS dan personel di Benghazi. Ke 15 anggota Dewan menyatakan simpati yang mendalam dan belasungkawa yang tulus kepada para korban tindakan keji dan keluarga mereka.