Politisi PAN: Hasil Pilgub DKI Tak Pengaruhi Pemilu 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil Pemilukada Provinsi DKI Jakarta tidak berpengaruh dalam Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden 2014 mendatang.
Demikian disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional(PAN), Viva Yoga Mauladi, Sabtu (22/9/2012).
Menurut Viva ada dua alasan atas kesimpulannya itu.
Pertama, karena Pemilukada DKI adalah politik lokal, bukan representasi politik nasional. Sebab, 33 provinsi itu mempunyai konfigurasi politik yang beragam.
"Mosaik politik DKI itu bersifat khusus, tidak bisa diterapkan secara general ke seluruh provinsi," kata Viva.
Kedua, karena dalam Pemilukada, faktor figur calon menjadi bagian utama yang mempengaruhi perilaku pemilih. Sedangkan faktor mesin parpol hanya menjadi bagian pendukung saja untuk menambah suara calon.
"Beda misalnya dalam pemilu legislatif, faktor parpol dan figur itu sama-sama menjadi bagian utama yang mempengaruhi perilaku pemilih, karena penentuan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak," jelas Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR itu.
Diketahui bersama, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menang atas pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara), sebagaimana hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei terhadap pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 20 September 2012 lalu.
Namun, KPUD DKI Jakarta baru melakukan rekapitulasi suara pada 28 hingga 29 September 2012. Dan penetapan cagub/cawagub terpilih dilaksanakan KPUD pada 3 Oktober 2012 mendatang.
Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

