Penangkapan Terduga Teroris
Durrahman Ditangkap Densus 88 Saat Sibuk Memotret
Dzikron, kakak Durrahman ikut ke polres juga untuk menanyakan keberadaan adiknya
TRIBUNNEWS.COM,SOLO--Salah seorang anggota JAT yang ikut ditangkap Densus 88 adalah Durrahman, warga Polokarto, Sukoharjo. Dzikron, kakak Durrahman ikut ke polres juga untuk menanyakan keberadaan adiknya.
Menurut penuturan Dzikron, adiknya saat itu diminta JAT untuk datang ke lokasi penangkapan terduga teroris di Griyan, Pajang. “Adik saya pengurus majalah dinding JAT. Dia ke lokasi untuk melakukan peliputan penangkapan,” katanya.
Di lokasi penangkapan terduga teroris, Durrahman langsung sibuk memotret. Namun ditengah kesibukan, ia tiba-tiba dipepet oleh sejumlah anggota Densus. Ia lalu digelandang ke dalam mobil dan dibawa pergi.
“Saya sudah mencoba SMS ke ponselnya. Dijawab oleh nomor lain kalau ponsel adik saya sedang diservice di sebuh konter,” katanya.
Kedatangan para perwakilan ini disambut oleh Kasat Intel Polresta Solo Kompol Fachrudin yang mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjima’in. Kepada para keluarga terduga teroris, Fachrudin mengatakan tak tahu menahu mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Sebab, penangkapan dan penyidikan dilakukan oleh tim Densus, bukan Polresta Solo.
“Dimana mereka kami juga kurang tahu. Sebab semua ditangani oleh Densus, bukan polres. Penangkapan itu dilakukan karena mereka diduga terkait jaringan teroris,” katanya.
Kepada perwakilan keluarga, Fachrudin meyakinkan jika Fajar dan Durrahman akan baik-baik saja segera dilepaskan jika memang tak terbukti. Namun jika terlibat, harus tetap menjalani proses hukum yang berlaku.