Lion Air Tujuan Yogya-Denpasar Diancam Bom
Pesawat Lion Air JT 568 tujuan Yogyakarta-Denpasar diancam oleh seorang pria penelepon gelap. Ancaman tersebut pertama diterima
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Pesawat Lion Air JT 568 tujuan Yogyakarta-Denpasar diancam oleh seorang pria penelepon gelap. Ancaman tersebut pertama diterima operator Lion Air Yogyakarta, Minggu (14/10) sebanyak dua kali, yaitu pukul 17.20 dan 17.31.
General Manger PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Agus Adriyanto menjelaskan, kronologis ancaman tersebut bahwa penelepon awalnya menanyakan apakah ada jadwal keberangkatan pesawat dari Yogyakarta ke Bali.
Setelah dijawab ada penerbangan pukul 20.45, penelepon tersebut kemudian menyebutkan akan ada penumpang yang akan meletakkan tas berisi bahan peledak.
"Saat telepon itu diterima oleh operator, posisi pesawat berada di Jakarta dan akan terbang ke Yogyakarta. Sampai di Bandara Adi Sutjipto sekitar pukul 20.00 kurang lah. Kemudian kami berkoordinasi dengan pihak TNI Angkatan Udara dan kepolisian untuk melakukan pemeriksaan," jelas Agus, saat ditemui di lobi bandara.
Sesaat setelah pesawat mendarat dan menurunkan penumpang, pemeriksaan secara tertutup segera dilakukan. Dari informasi yang dihimpun Tribun Jogja, Tim Gegana Polda DIY datang ke bandara sekitar pukul 20.30 dan keluar dari deck kargo di sisi timur bandara tepat pukul 21.11.
Lebih lanjut dijelaskan, pria yang melakukan ancaman telepon menggunakan telepon seluler (ponsel) dengan nomor 0818349696. Bahkan nomor tersebut diketahui masih aktif sekitar dua jam setelah menelepon operator Lion Air.
"Kami sempat telepon dia tapi tidak diangkat. Tak lama pria itu menelepon balik dan saya sempat berbicara dengannya. Ia menanyakan ini telepon dari siapa, kemudian saya jawab anda dimana. Tapi telepon langsung dimatikan," terang Agus.
Sementara itu, Asisten Manager Sistem Informasi dan Tapor PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto, Faizal Indra Kusuma menyatakan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan Tim Gegana dan TNI Angkatan Udara tidak menemukan bahan peledak di dalam pesawat maupun area bandara.
"Pemeriksaan dilakukan di semua tempat. Mulai kargo, terminal, bagasi sampai ke dalam pesawat. Hasilnya tidak ditemukan barang yang dicurigai yakni bahan peledak seperti yang diancamkan oleh penelepon itu," urai Faizal.
Pesawat Lion Air jenis Boeing 737 900 IR dengan registrasi PKLHH tersebut akhirnya mengudara menuju Denpasar pada pukul 21.25.
"Tidak ada pembatalan keberangkatan. Semua berjalan normal setelah dipastikan tidak ditemukan bahan peledak pada pesawat Lion Air tujuan Denpasar itu," kata Faizal.
Ketika ditelesuri lebih lanjut oleh Tribun Jogja, ternyata nomor ponsel yang digunakan untuk melakukan ancaman masih aktif saat ditelepon sekitar pukul 22.10.
Setelah nada sambung terdengar sebanyak lima kali, akhirnya terdengar suara seorang pria dari ujung telepon.
Tak berapa lama berselang sambungan telepon tersebut langsung dimatikan. (hdy)