Kasus Hambalang
BAKN DPR Kerja saat Reses untuk Audit Hambalang
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR akan menunggu audit Hambalang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR akan menunggu audit Hambalang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Wakil Ketua BAKN Yahyas Sacawiria mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pimpinan DPR untuk meminta audit.
"Sekarang kan sudah 85 persen, kami akan lihat tanggal 31 diserahkan. Makanya kami segera komunikasi dengan pimpinan DPR untuk segera meminta hasil audit, supaya tidak berlama-lama," kata Yahya, Jumat (26/10/2012).
Meski hari ini sudah memasuki masa reses, Yahya memastikan BAKN terus bekerja. Ia mencontohkan saat audit Pelindo beberapa waktu lalu.
"Kami reses kami jalan. Saya kan punya tim ahli, nanti setelah dianalisis oleh auditor-auditor, baru kami bahas. Jadi, tidak dibatasi oleh waktu reses. Kami ingin cepat segera menyampaikan hasil analisis terhadap laporan BPK," ungkap Yahya.
Ketika ditanya apakah BAKN akan sulit melakukan tugasnya saat masa reses, Yahya menepisnya. Ia menuturkan, anggota BAKN terdiri dari sembilan anggota Dewan, sehingga bila lima saja yang hadir maka sudah memenuhi kuorum.
"Kebanyakan rata-rata bisa dipanggil ke sini. Mereka sudah komitmen. Walaupun di dapil Kalimantan, begitu ada keperluan dipanggil dalam konteks pembahasan laporan BPK," ucapnya.
Yahya mengungkapkan, saat BPK sudah melaksakan audit Hambalang, ia berharap proses penyampaian ke DPR tidak tertunda, apalagi untuk kepentingan proses penegakan hukum.
"Kami sih berharap makin cepat selesai makin bagus. Saya sudah tanda tangan untuk staf ahli melakukan kosinyering," tuturnya. (*)