Minggu, 12 April 2026

Cerita Wiranto Bersama Moerdiono

Ketika Moerdiono Ogah Mengucap 'Amin' di Mekah

Jenderal Purnawirawan Wiranto bercerita tentang mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono dalam launching buku

Penulis: Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenderal Purnawirawan Wiranto bercerita tentang mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Moerdiono dalam launching buku berjudul ‘Moerdiono Sang Konseptor’ di Mercantile Club, Jakarta, Minggu (18/11/2012).

Memulai ceritanya bersama Moerdiono, Wiranto mengungkapkan bahwa saat ini banyak orang yang menganggap dirinya bisa, padahal sebetulnya dia tidak bisa. Kemudian banyak orang yang menganggap dirinya orang penting, padahal dia bukan orang penting. Lalu banyak juga orang yang menginginkan dirinya terkenal padahal sebetulnya tidak terkenal.

Tetapi berbeda dengan Moerdiono, ia merupakan sosok yang serba bisa tetapi tidak pernah menonjolkan kepandaiannya. Kemudian Moediono pun sosok orang yang mudah dikenal publik tetapi tidak pernah mau terkenal.

“Kesadaran beliau selalu menempatkan diri sebagai seorang pembantu presiden, sebagai seorang staf, ia memiliki prinsip jika dirinya sebagai seorang staf tidak boleh menyaingi orang yang dibantunya dalam hal ini presiden,” kata Wiranto.

Wiranto tahu betul siapa sebenarnya Moerdiono, saat itu dirinya menjabat sebagai ajudan presiden Soeharto sementara Moerdiono sudah menjabat Menteri Sekretaris Negara.

Dalam menilai seseorang, menurut Wiranto ada empat acuan yang harus dilihat, kekuatan intelektual, pengendalian emosi, daya kreativitas, dan kekuatan spiritual.

“Empat hal tersebut dimilik Pak Moer. Kita bukan memuji-muji, tapi memang seperti itu keadaannya,” ujar Wiranto.

Saat menggambarkan kekuatan intelektual almarhum Moerdiono, Wiranto bercerita ketika dirinya menjadi ajudan presiden Soeharto. Saat itu, Wiranto, Pak Moer bersama presiden Soeharto berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

Ketika itu, di Masjidil Haram Wiranto bersama Pak Moer mejalankan salat berjamaah bersama yang lainnya. Seusai salat, seperti sang imam pun membaca doa. Dengan khusyuk Wiranto pun mengucapkan amin atas setiap lantunan doa yang diucapkan sang imam.

“Saat itu saya ucapkan amin-amin, sementara Pak Moer tidak amin,” ungkap Wiranto.

Kemudian usai berdoa, Moerdiono bertanya kepada Wiranto.

“Hei bung, kamu mengerti dengan yang diucapkan imam?,” kata Wiranto menirukan kata-kata Pak Moer saat itu kepadanya.

Moerdiono menjelaskan kepada Wiranto kenapa dirinya tidak mengucapkan amin. Cukup simpel alasannya dirinya tidak mengerti apa yang dikatakan sang imam.

“Saya tidak amin karena tidak mengerti,” ucap Wiranto menuturkan kata-kata Moerdiono kembali.

“Lalu sampeyan amin kenapa?,” tanya Moerdiono saat itu kepada Wiranto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved