Binusan, Batu Lamampu dan Krayan Akan Dikembangkan
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan tengah mempersiapkan perencanaan untuk pengembangan sarana wisata Desa
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN,- Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nunukan tengah mempersiapkan perencanaan untuk pengembangan sarana wisata Desa Binusan,Kecamatan Nunukan, Pantai Batu Lamampu, Kecamatan Sebatik dan objek wisata di Kecamatan Krayan.
“Ini sudah ditata semua. Harapan kita kedepan ini bisa menjadi tempat yang dikunjungi masyarakat,” ujar Petrus Kanisius, Kepala Disbudparpora Kabupaten Nunukan.
Petrus mengatakan, pihaknya tidak meninggalkan penataan objek wisata. Namun ia mengingatkan, untuk pengembangan objek wisata tentu ada tahapan yang harus dilalui.
“Pertama ada perencanaan,” ujarnya.
Selain itu, perlu keterlibatan sektor-sektor yang lain. Seperti untuk pengembangan objek wisata tentu perlu didukung pembangunan infrastruktur jalan. Selain itu perlu pengembangan ekonomi di sekitar objek wisata seperti dengan membangun pusat kuliner, penjualan souvenir dan barang-barang tradisional.
“Itu pendukung semua. Kalau ini belum siap, kita juga menunggu perlahan. Tetapi kita tidak tinggal diam. Sekarang tahun anggaran 2012 sesuai arahan Pak Bupati, perencanaan kita olah dulu semua,” ujarnya.
Setelah perencanaan diolah, perlu kesepakatan bersama dengan dewan maupun masyarakat khususnya melalui lembaga swadaya masyarakat.
“Sehingga ketika itu mau dibangun tidak ada tudingan. Jadi jangan diputuskan pemerintah saja tetapi dewan dan masyarakat juga. Jangan nanti kita putuskan begini malah dihujat Dewan. Jadi prosesnya seperti itu. Harus ada perencanaan. Jadi mengalirnya bantuan dari provinsi maupun kementerian sudah melihat persyaratan dasar yaitu perencanaan. Ini yang sudah kita buat,” ujarnya.
Ia mengatakan, objek wisata di Nunukan lebih bertujuan untuk destinasi karena di Nunukan terdapat banyak objek wisata alam.
“Memang sementara itu orang mengatakan ini alasan klasik, dengan anggaran besar kita tidak memperioritaskan itu. Kita tidak berdiam diri. Dari Disbudparpora, apa yang kita bisa buat, kalau memang budaya memungkinkan itu kita kembangkan, kita lestarikan, kita gali, itulah dulu,” ujarnya.
Baca Juga :
- Siswa Dipukuli, Orangtua Tuntut Guru Dimutasi 19 menit lalu
- Pembeli Sepi, Daging Tembus Rp 90 ribu 32 menit lalu
- Penjual Dollar Kena Tipu Rp 14 Juta 40 menit lalu
- Banser Jember Demo Demokrat 47 menit lalu