Jumat, 29 Mei 2026

Pelajar SMK Tertipu Jual Beli Blackberry

Saya coba telepon ke handphone penjual dan orang yang saya temui di Puskesmas, tapi nomernya sudah tidak aktiF

Tayang:

Laporan dari Eben Haezer Panca Wartawan Surya

TRIBUNNEWS.COM,MALANG – Tergiur tawaran ponsel Blackberry dengan harga yang sangat miring, Tri Apriliani Wilujeng (18), pelajar SMK asal Desa/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, harus kehilangan uang jutaan Rupiah. Sebab, setelah ditunggu selama dua hari, Blackberry yang telah dipesannya tak kunjung datang, sementara penjual ponsel yang menawarinya, telah raib entah kemana.

Merasa telah menjadi korban penipuan, Tri akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polres Malang, siang tadi (30/11/2012).

Kepada petugas yang menerima laporannya, Tri menceritakan bahwa penipuan yang dialaminya bermula ketika ia berkenalan dengan seorang pria berinisial Fd di Puskesmas Turen. Disana, Tri mengatakan kepada Fd bahwa dirinya ingin membeli ponsel Blackberry baru.

Mengetahui hal tersebut, Fd lantas memberi Tri nomor pin Blackberry Messenger milik seseorang berinisial AJ, warga Batam yang memiliki usaha jual beli ponsel Blackberry.
“Setelah saya hubungi orang itu, saya dijanjikan bisa mendapat BB seharga sembilan ratus ribu,” kata Tri.

Ditawari harga yang sangat menarik, tanpa banyak pikir Tri langsung mengirim uang pembayaran melalui ATM BRI. Pembayaran uang tersebut, ia lakukan sebanyak dua kali, masing-masing Rp 500.000 dan Rp 400.000.

“Setelah saya transfer, saya dikabari lagi kalau BBnya ternyata habis. Tinggal yang paket beli dua dapat bonus satu saja yang ada,” imbuhnya.

Diberitahu demikian, Tri semula berniat untuk membatalkan pembelian. Namun menurut AJ uang yang telah dibayarkan tak bisa ditarik kembali. Karena itu, ia mau tak mau harus menerima tawaran membeli paket beli dua bonus satu, dengan syarat menambah uang Rp 800.000.

“Setelah transfer lagi, dijanjikan barang akan datang keesokan harinya (29/11/2012) jam sembilan pagi,” ujar dia lagi.

Sayangnya, setelah ditunggu hingga siang esok harinya, barang yang telah dibayarnya tak kunjung tiba. Anehnya, ia malah mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai yang mengatakan bahwa Blackberry yang dipesan oleh Tri adalah barang gelap sehingga harus ditahan.

Untuk bisa menebusnya, Tri lagi-lagi harus mengirimkan sejumlah uang. Mendapat kabar seperti ini, barulah Tri sadar bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.

“Saya coba telepon ke handphone penjual dan orang yang saya temui di Puskesmas,  tapi nomernya sudah tidak aktif. Nomer orang yang ngaku dari bea cukai juga sama tidak aktif,” pungkas Tri.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved