Kamis, 28 Mei 2026

Dituding Sebagai P Tempat Mesumenghuni Rumdis Diusir

Saya mendapatkan laporan warga kalau di rumah itu seringkali dijadikan sebagai tempat mesum.

Tayang:

Laporan dari Ahmad Rivai wartawan Surya

TRIBUNNEWS.COM,SUMENEP - Risdiana, salah seorang penghuni rumah dinas guru di SDN Kebunan I, Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Sumenep, akhirnya diusir warga sekitar, Senin (3/12/2012).

Rumah dinas yang seharusnya ditempati guru dan pegawai sekolah tersebut dituding oleh warga sekitar sebagai rumah mesum karena beberapakali warga melihat keluar masuk laki-laki dan perempuan, bahkan pernah sekali digerebek warga.
     
Warga sekitar merasa risih dengan ulah penghuni rumdis tersebut, karena tidak pernah mengindahkan peringatan RT dan RW setempat. Apalagi si penghuni rumah dengan anaknya itu bukan pegawai negeri atau guru di sekolah tersebut. Sehingga dinilai meresahkan warga sekitar bahkan mencemarkan lingkungan di sekitar SDN Kabunan I tersebut.
     
Hanya saja, proses pengusiran penghuni rumdis guru itu nyaris terjadi bentrok antara penghuni rumah Risdiana dengan warga sekitar utamanya ibu-ibu. Karena si penghuni mengelak tudingan rumdis yang ditempati itu sebagai rumah mesum. Bahkan nampak antara warga dan penghuni rumdis sudah berhadap-hadapan dan sudah saling menyerang.
    
Untungnya kepala desa setempat,  Abdurrahman datang ke lokasi mengamankan bentrok antara warga dan penghuni rumdis. Namun demikian, kades Abdurrahman menyayangkan jika memang di rumah yang dikhususkan untuk perumahan guru malah ditempati perbuatan asusila. Terlebih lagi ternyata yang menempati rumah dinas bukan PNS melainkan orang lain.
   
"Saya mendapatkan laporan warga kalau di rumah itu seringkali dijadikan sebagai tempat mesum. Karena itu, perlu kiranya pihak berwenang, Dinas Pendidikan mempertimbangkan rumdis tersebut," papar Abdurrahman.
     
Jony warga setempat menyebutkan, warga sekitar mengakui jika di rumah itu seringkali dibuat sebagai tempat berbuat mesum. Karenanya tidak ada alasan untuk dipertahankan, karena meresahkan lingkungan dan bahkan mencemarkan nama baik lingkungan sekolah yang merupakan tempat pendidikan.

"Kami minta orang tersebut segera diusir, karena jelas meresahkan daerah kami," papar Jony.
   
Sementara itu, penghuni rumah, Krisdiana menolak untuk keluar rumah tersebut. Karena selama ini ia menempati rumah dinas tidak gratis, tetapi membayar ke Dinas Pendidikan Sumenep.

"Saya setiap bulan membayar Rp 10.000 setiap bulan. jadi kami menempati rumah dinas disini bukan cuma-cuma tetapi membayar retribusi bahkan kami juga beberapakali melakukan perbaikan," ujar Krisdiani.
    
Aksi pengusiran warga reda, setelah pihak sekolah dan seseorang yang diduga ikut terlibat dalam sewa menyewa rumah dinas itu datang. Pihak sekolah berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut dan membicarakannya dengan Dinas Pendidikan Sumenep.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved